alexametrics

Periksa Direktur Keuangan, Kejaksaan Dalami Awal Investasi Taspen

24 Januari 2022, 22:23:34 WIB

Hal ini sebagaimana tertuang dalamSurat Perintah Penyidikan yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Nomor Print-01/F.2/Fd.2/01/2022 tanggal 4 Januari 2022.

Perkara ini bermula pada 17 Oktober 2017, PT Asuransi Jiwa Taspen melakukan penempatan dana investasi sebesar Rp 150.000.000.000 dalam bentuk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) di PT Emco Asset Management selaku Manager Investasi dengan underlying berupa Medium Term Note (MTN) PT Prioritas Raditya Multifinance (PT PRM).

Padahal diketahui sejak awal MTN PT Prioritas Raditya Multifinance tidak mendapat peringkat/investment grade. Selanjutnya, PT PRM tidak menggunakan dana pencairan MTN sesuai dengan tujuan MTN dalam prospectus, melainkan langsung mengalir dan didistribusikan ke Group Perusahaan PT Sekar Wijaya dan beberapa pihak yang terlibat dalam penerbitan MTN PT PRM sehingga mengakibatkan gagal bayar.

Selanjutnya tanah jaminan dan jaminan tambahan MTN PT PRM pada akhirnya seolah-olah dijual ke PT Nusantara Alamanda Wirabhakti dan PT Bumi Mahkota Jaya dengan melalui skema investasi. Skema investasi tersebut yaitu Taspen Life berinvestasi pada beberapa reksa dana, yang kemudian dikendalikan untuk membeli saham-saham tertentu yang dananya mengalir ke kedua perusahaan tersebut untuk pembelian tanah jaminan dan jaminan tambahan.

Kejagung menduga, akibat perbuatan tersebut, telah merugikan keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp 161.629.999.568. Dalam proses penyidikan ini, Kejagung belum menetapkan pihak-pihak sebagai tersangka.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads