alexametrics

Lutfi Ngaku Disetrum Polisi, Kapolri Idham Ingatkan Bisa Jadi Bumerang

24 Januari 2020, 13:39:48 WIB

JawaPos.com – Terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi di sekitar gedung DPR RI pada September 2019, Lutfi Alfiandi mengaku mendapat kekerasan selama menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Dalam persidangan dia mengungkapkan sempat disetrum oleh polisi.

Terkait itu, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengingatkan Lutfi agar hati-hati dalam memberikan pernyataan. Jika pernyataan itu tidak terbukti, maka Lutfi bisa dinyatakan telah membuat fitnah kepada publik.

“Kalau tidak benar, pengakuan itu juga bisa menjadi bahan fitnah tentunya. Bisa jadi bumerang bagi yang bersangkutan. Sehingga, kita harus hati-hati dan waspada,” kata Idham di kantor Kompolnas, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/1).

Di sisi lain, Idham pun akan bersikap tegas kepada jajarannya apabila terbukti melakukan kekerasan kepada Lutfi. Dia telah mengintruksikan Propam guna mencari fakta terhadap pernyataan tersebut.

“Ya nanti sudah dibentuk. Ada Kadiv Propam, tim akan kita periksa, apa benar polisi melakukan itu, kalau benar saya sudah minta ditindak tegas,” tegasnya.

Sebelumnya, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1), Lutfi mengaku dianiaya oleh aparat Polres Jakarta Barat selama ditahan. Dia dipaksa mengaku telah melempari polisi dengan batu pada saat demo penolakan RKUHP dan RUU KPK pada 30 September 2019.

“Saya disuruh duduk dan disetrum sekitar setengah jam. Saya disuruh melempar batu ke petugas padahal saya tidak melempar,” kata Lufti.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads