JawaPos Radar | Iklan Jitu

PDIP Bantah Intervensi Presiden Agar Berikan Remisi ke Susrama

24 Januari 2019, 15:54:51 WIB
PDIP Bantah Intervensi Presiden Agar Berikan Remisi ke Susrama
ILUSTRASI. Seorang polisi sedang mengamankan jalannya aksi unjuk rasa terkait kasus kekerasan terhadap wartawan. (dok. JawaPos.com)
Share this

‎JawaPos.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membantah‎ telah mengintervensi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‎agar memberikan remisi untuk I Nyoman Susrama, otak pembunuhan wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group), AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Fungsionaris PDIP, Eva Kusuma Sundari menegaskan, mengenai masalah hukum, Presiden Jokowi tidak bisa diintervensi. Sebab, Indonesia adalah negara hukum. Sehingga proses hukum diyakini berjalan sebagaimana mestinya.

"Apa bisa kami (intervensi Presiden Jokowi)? Kan negara hukum itu mengikuti aturan yang ada. Mau diusulkan apa pun kalau enggak memenuhi permintaan ataupun norma yang ada di hukum, enggak bisa dong (remisi diberikan)," ujar Eva kepada JawaPos.com, Kamis (24/1).

‎Anggota Komisi XI DPR ini mengatakan, PDIP menyadari kemungkinan mendapat efek buruk jika mengintervensi proses hukum. Sehingga, kata Eva, partai berlambang banteng moncong putih itu tidak mungkin melakukan hal itu.

"Ya kan nanti dimaki-maki kami kalau tidak memenuhi (syarat) itu. Masa kami mau merelakan diri? Kami untuk dimaki?" katanya.

Eva menduga, diberikannya remisi itu lantaran pengacara terdakwa aktif mengajukan permohonan kepada pemerintah. ‎"Menurutku pengacaranya yang aktif mencari upaya kebaikan kliennya. Karena itu tugas pengacara. Pengacara rajin ngintip, terus dia mengajukan. Kan ada orang yang tidak mau mengajukan. Nah, ini aktif mengambil akses itu‎," pungkasnya.

Sekadar informasi, ‎Presiden Jokowi memberikan remisi terhadap I Nyoman Susrama. Susrama adalah terpidana yang menjadi otak pembunuhan berencana wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group), AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, pada 2009 silam.

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas II B Bangli, Made Suwendra, membenarkan adanya grasi dari Presiden Jokowi untuk terpidana Susrama. Menurut Suwendra, remisi yang diberikan kepada Susrama adalah perubahan hukuman dari pidana seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Muhammad Ridwan
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Alur Cerita Berita

Jalan Belakang Dapat Surat Pengampunan 24 Januari 2019, 15:54:51 WIB
Puluhan Jurnalis di Malang Jalan Mundur 24 Januari 2019, 15:54:51 WIB
Yasonna: Bukan Grasi, tapi Remisi Perubahan 24 Januari 2019, 15:54:51 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up