alexametrics
Diperiksa 5 Jam oleh Penyidik KPK

Imam Nahrawi Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk KONI

24 Januari 2019, 16:49:59 WIB

JawaPos.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama kurang lebih lima jam lamanya. Dia keluar dari ruang penyidik KPK sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepada wartawan Imam mengatakan, ia menjelaskan kepada penyidik tentang mekanisme surat dan pengajuan proposal. Namun, dia membantah bahwa proposal yang diajukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mendapat perlakuan khusus selama kepemimpinannya.

“Semuanya sama aja. Semuanya sama kami berikan dan tentu itu melewati proses penelaaahan yang begitu mendalam dan diidentifikasi dan seterusnya,” kata Imam usai pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (24/1).

Imam mengklaim, proposal yang diteken harus melalui proses administrasi di Kemenpora. Menurutnya, peruntukan dana hibah untuk KONI tetap mengacu kepada undang-undang dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebelum disetujui.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut dirinya tidak hanya memikirkan proposal selama bertugas sebagai menteri. “Kalau tugas menteri itu kan tidak hanya soal proposal tapi banyak tugas-tugas lain maka di situ ada namanya sekretaris ada di kementerian deputi asisten deputi,” ucap Imam.

Oleh karenanya, Imam tidak mau menjawab rinci terkait keberadaan proposal lain di luar Kemenpora. Ia mengklaim hanya menjawab sesuai tugas sebagai menteri.

“Saya menjawab sepenuhnya sesuai dengan tugas pokok saya sebagai menteri,” tukas Imam.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, Imam dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap penyaluran bantuan dana hibah dari Kemenpora untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Imam diperiksa sebagai saksi untuk Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH).

Dalam pemeriksaan kali ini, KPK mendalami sejumlah barang bukti yang disita dari ruangan Imam. “Salah satunya tentu perlu kami klarifikasi terkait barang bukti yang disita dari ruangan Menporaa pasca penggeledahan lalu,” jelas Febri.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka. Tiga di antaranya merupakan anak buah Imam Nahrawi, yaitu: Deputi IV Bidang Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora, Adhi Purnomo; dan Staf Kementerian Pemuda dan Olahraga, Eko Triyanto.

Sementara dua orang lainnya adalah Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI, Johnny E. Awuy. Keduanya diduga sebagai pemberi suap.

Diduga, Adhi Purnomo dan Eko Triyanto menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp 318 juta dari pengurus KONI. Selain itu, Mulyana juga menerima Rp 100 juta melalui ATM.

Selain menerima uang Rp 100 juta melalui ATM, Mulyana juga sebelumnya sudah menerima suap lain dari pejabat KONI. Yakni 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit Samsung Galaxy Note 9, dan uang Rp 300 juta dari Jhony.

Uang tersebut diterima Mulyana, Adhi, dam Eko agar Kemenpora mengucurkan dana hibah kepada KONI. Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan sebesar Rp 17,9 miliar.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads
Imam Nahrawi Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk KONI