JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bupati Mesuji di OTT KPK, Kemendagri: Padahal Sering Diingatkan

24 Januari 2019, 12:56:56 WIB
Barbuk OTT
Ilustarsi: Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT), beberapa waktu lalu. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Dalam Negeri turut prihatin atas ditangkapnya Bupati Mesuji, Lampung Tengah, KH. Orang nomor satu di Kabupaten Mesuji itu tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar lembaga antirasuah pada Rabu (23/1).

"Tentu Kemendagri sangat prihatin, hal ini terus terjadi berulang kali. Padahal Mendagri Tjahjo Kumolo dalam setiap forum selalu mengingatkan agar menghindari area rawan korupsi," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar kepada JawaPos.com, Kamis (24/1).

Untuk terhindar dari OTT KPK, kata Bahtiar, pihaknya sering memberikan pelatihan kepala daerah untuk menjauhi area rawan korupsi. Namun jika kepala daerah tetap tertangkap KPK, itu diluar kewenangan Kemendagri.

Massifnya kepala daerah terjaring operasi senyap KPK kebanyakan terkait dugaan suap terkait sejumlah proyek. Hal ini juga didasari karena tingginya biaya politik.

"Ke depan soal peningkatan penghasilan tetap kepala daerah atau wakil kepala daerah patut menjadi prioritas. Ini penting agar sang pemimpin daerah yang dipilih melalui proses pilkada begitu mahal tidak tumbang seketika karena soal korupsi," ucapnya.

Kendati demikian, Bahtiar mengaku wacana kenaikan penghasilan kepala daerah masih harus dikaji secara mendalam. Sebab pendapatan APBD setiap daerah berbeda-beda.

"Lebih baik kepala daerah diberikan pendapatan yang diberikan secara sah, ketimbang mereka terpaksa mencari sumber-sumber secara tidak sah untuk memenuhi kebutuhan operasional jabatannya," tegasnya.

Sebelumnya, Tim penindakan KPK pada Kamis (24/1) dini hari, menjaring 11 orang melalui operasi tangkap tangan (OTT). Salah satunya adalah Bupati Mesuji, Khamami.

Penyidik mengamankan sebanyak 11 orang yang ditangkap di tiga lokasi berbeda, antara lain Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Kabupaten Mesuji.

Dalam giat tersebut, KPK menyita sejumlah uang pecahan Rp100 ribu yang diikat dalam kardus. Tumpukan uang tersebut diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Uang tersebut diduga commitment fee terkait proyek di Kabupaten Mesuji

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up