JawaPos Radar

Soal Penangkapan Teroris Sebagai Pengalihan Isu, Polri Minta Eko Patrio Proaktif

23/12/2016, 23:25 WIB | Editor: admin
Soal Penangkapan Teroris Sebagai Pengalihan Isu, Polri Minta Eko Patrio Proaktif
Eko Patrio (dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Belum lama ini Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio mendapat fitnah. Nama dia dicatut dalam sejumlah berita yang isinya menyebut penangkapan teroris di Bekasi, Jawa Barat adalah pengalihan isu kasus penistaan agama.

Hal ini telah dibantah oleh Eko Patrio, dia bahkan telah diklarifikasi oleh Bareskrim Polri. Menurut Eko, berita yang mengutip nama dia itu tidak benar dan dia tidak ada diwawancara akan hal itu.

Hal itu menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul telah menjadi catatan penyidik Polri.

"Telah dilakukan interview kepada Pak Eko. Kemudian lawyernya akan menyampaikan somasi ke media itu, apa sudah atau belum kita tidak tahu," kata dia, Jumat (23/12).

Menurut dia, bila telah ada somasi, seharusnya ada hak jawab dari Eko Patrio. Namun sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut dari Eko Patrio.

Dia juga menambahkan, bila pada akhirnya Eko Patrio tetap melaporkan ke-7 media yang disebutnya memfitnah, hal ini akan sulit dilanjutkan oleh Polri.

"Bagi penyidik, punya nota kesepahaman dengan dewan pers. Sehingga kita mendorong dewan pers menyelesaikan. Apabila ada laporan, bila tidak, kita berharap dewan pers melakukan dengan kewenangan yang ada," beber dia.

Eko Patrio kata Martinus bisa menyambangi dewan pers dan memberitahu bahwa ada media yang memuat berita bohong. Hal itu kata dia pasti bisa diselesaikan dewan pers.

Saat disinggung bahwa Polri juga menjadi korban fitnah atas pemberitaan itu, Martinus menerangkan, Polri sudah cukup untuk mengklarifikasi kepada Eko Patrio.

"Kalau Polro saya kira, akhirnya fakta kan dapat, kan ternyata tidak. Kalau bohong tentu kami akan telusuri. Siapa yang menyampaikan bohong ini," tambah dia.

"Tapi kan kita berharap begini, ada orang yang dijadikan narasumber kemudian itu tidak terjadi, kita berharap narasumber ini proaktif, melaporkan," tambahnya. (elf/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up