alexametrics
Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Anak Panti

Usai Diperkosa, Bocah Panti Ini Disiksa, Lalu Diajak Ajak Foto Pelaku

Wajah Korban Masih Berdarah Saat Diajak Foto
23 November 2021, 18:08:38 WIB

JawaPos.com – Terkait aksi keji para pelaku penganiayaan yang menimpa Mentik (nama rekaan), 13, bocah putri penghuni salah satu panti asuhan di Kecamatan Blimbing Kamis sore (18/11), ternyata enam dari delapan remaja itu dikenali oleh Mentik. Karena mereka teman bermain di lingkungan panti asuhan. Sedang dua lainnya tidak dikenali.

Usia mereka rentang usianya 16 hingga 17 tahun. Semua remaja putri itu juga teman dari SL. Lalu mereka menyeret Mentik ke tanah lapang yang agak jauh dari permukiman warga. Luas lapangan antara 8×4 meter. Sebenarnya sekitar 3 meter dari tanah lapang itu ada rumah. Namun saat itu sedang sepi. ” kemudian setelah itu terjadi apa yang seperti di video yang beredar itu,” imbuhnya.

Setelah melakukan penyiksaan, para pelaku masih tega-teganya mengajak foto korban. Padahal wajah korban masih berdarah-darah. Terlihat dari tubuh anak seorang asisten rumah tangga dan bapak terkena gangguan jiwa itu mengalami luka memar di dahi, dan perut. Bahkan ada luka sundutan rokok.

Setelah puas mengeroyok, para penyiksa memulangkan Mentik ke panti asuhan. “Kejadian ini malah yang tahu duluan ibu korban yang ada di Sidoarjo, Sabtu (20/11) itu langsung dilaporkan ke Polresta, sekaligus visum,” jelas Leo Permana, advokat dari LBH Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Malang Raya itu, dikutip dari Radar Malang (JawaPos Group).

Beberapa hari pun berlalu, korban pun akhirnya datang di Polresta Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan. Korban yang mengalami trauma akut harus didampingi ayah sambung dan ibunya ke ruang pemeriksaan. “Dia ngomongnya terbata-bata, pas masuk ke ruang Pak Kapolresta dia sempat menangis dan histeris,” ungkap Leo.

Editor : Kuswandi




Close Ads