alexametrics

Bocah Panti di Malang Ternyata Pernah Alami Pencabulan Lima Bulan Lalu

23 November 2021, 19:29:05 WIB

JawaPos.com – Mentik (nama rekaan), 13, bocah putri penghuni salah satu panti asuhan di Kecamatan Blimbing Kamis sore (18/11) yang menjadi korban pemerkosaan dan penganiayaan, ternyata pernah menjadi korban pencabulan. Pelakunya diyakini orang di sekitar panti asuhan tempat Mentik tinggal. Sayang, kasus itu tidak dibawa ke ranah hukum dan mengakibatkan Mentik semakin tertutup.

Kisah pilu itu diungkapkan kuasa hukum Mentik, Leo A. Permana, kepada Jawa Pos Radar Malang (Jawa Pos Group) Senin (22/11) malam. Dia mengaku mendapatkan cerita itu justru dari ketua RW kampung tempat panti asuhan Mentik tinggal. Bukan dari keluarga atau bahkan teman-teman terdekat Mentik. ”Menurut Pak RW, lokasi pencabulan lima bulan lalu itu di Jalan Teluk Grajakan,” kata Leo.

Yang disesalkan Leo, kasus itu malah diselesaikan secara kekeluargaan antara pelaku dengan pihak yang mengaku bertanggung jawab untuk merawat Mentik. Mediasi bahkan dilakukan di sebuah kantor pemerintahan. Dengan terulangnya kasus pencabulan itu, Leo berencana membuat laporan baru untuk kasus yang terjadi bulan lalu itu. ”Masih kami usahakan dengan mengomunikasikan lebih dulu kepada ibu korban, ” ujarnya.

Terkait sosok korban, Leo menjelaskan bahwa bocah korban pencabulan yang dia dampingi sebenarnya tergolong siswi berotak cemerlang. Di sekolah, nilai-nilainya selalu bagus. Rajin, bahkan selalu mendapatkan peringkat. Catatan itu diketahui Leo saat dia dan timnya menyambangi sekolah tempat Mentik belajar.

Kalau saat ini bocah tersebut menjadi pendiam, Leo curiga itu terjadi sebagai bentuk trauma. Bersikap tertutup karena takut dan malu atas perlakuan kasar serta pencabulan yang dia alami. Leo bahkan menduga terjadi pembiaran atas apa yang dialami Mentik. Itu dibuktikan saat bocah 13 tahun itu dikirim kembali oleh pelaku pencabulan dan penganiayaan, pihak yang bertanggung jawab merawatnya tidak langsung tanggap. ”Tidak langsung bertanya dan mencari tahu apa yang sedang terjadi. Padahal jelas sekali ada lukanya,” terang Leo.

Sementara itu, perilaku sehari-hari Mentik juga diceritakan oleh Muhammad Muniri, salah seorang pengurus panti asuhan tempat Mentik tinggal. Menurutnya, Mentik sebenarnya merupakan anak yang punya teman. Tidak aneh-aneh, rajin, dan baik. ”Sudah sekitar lima tahun tinggal di sini. Tapi dia memang tergolong introvert,” ujarnya.

Editor : Kuswandi

Saksikan video menarik berikut ini: