alexametrics

Terbukti Korupsi, Bupati Bener Meriah Divonis Lima Tahun Penjara

23 November 2016, 16:56:00 WIB

JawaPos.com – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis penjara selama lima tahun kepada Bupati Bener Meriah, Ruslan Abdul Gani. Ruslan dinyatakan terbukti melakukan korupsi dalam proyek pekerjaan pembangunan Dermaga Sabang Tahun Anggaran 2011.

"Mengadili menyatakan terdakwa Ruslan Abdul Gani terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-samba sebagaimana dakwaan pertama," kata Ketua Majelis Hakim Mas'ud saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/11).

Tak hanya hukuman badan, Ruslan juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta. Dengan ketentuan bila denda tidak dibayarkan, maka diganti kurungan tiga bulan. 

Selain itu, Ruslan dijatuhi pidana tambagan membayar ganti rugi keuangan negara sebesar Rp 4,36 miliar dengan ketentuan bila tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka hartanya akan dilelang. Dan bila tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun

Dalam menjatuhkan vonis terhadap Ruslan, majelis memiliki pertimbangan yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan, perbuatan Ruslan dinilai tidak ikut mendukung program pemerintah memberantas korupsi.

"Yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya, dan masih punya tanggung jawab keluarga," kata Hakim.

Ruslan dinyatakan terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor. 

Ruslan dinyatakan terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dalam proyek pembangunan dermaga bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam tahun anggaran 2011. Sehingga merugikan negara sebesar Rp 5,3 miliar.

Saat itu, Ruslan meminta pejabat pembuat komitmen (PPK) membuat harga perkiraan sendiri (HPS) berdasarkan harga yang telah digelembungkan dan menerima uang dari kontraktor pelaksana pekerjaan. 

Ruslan terbukti melakukan korupsi ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Ruslan diangkat sebagai Kepala BPKS berdasarkan Surat Keputusan (SK) Irwandi Yusuf selaku gubernur Aceh saat itu.

Kemudian hasil korupsi tersebut dibagi bersama bos PT Nindya Karya, Heru Sulaksono senilai Rp 19,8 miliar dan perwakilan PT Nindya Karya, Sabir Said sebesar Rp 3,8 miliar.

PT Nindya Karya merupakan perusahaan penggarap proyek pembangunan dermaga tersebut.

Selain itu, uang korupsi diduga juga mengalir ke pejabat pembuat kebijakan (PPK) pembangunan dermaga bongkar Sabang tahun 2004-2010, Ramadhani Ismy senilai Rp 470 juta, dan Ananta Sofwan selaku staf ahli PT Ecoplan Rekabumi Interconsultant sebesar Rp 250 juta.

Atas vonis itu, Ruslan menerimanya dan mengaku ikhlas.

"Saya akan berdoa apapun putusan hari ini saya ikhlas mudah-mudahan kesalahan saya dapat dihapuskan baik di dunia dan akhirat," ujar Ruslan.

Sementara itu, Jaksa KPK Kiki Ahmad Yani menyatakan pikir-pikir. (Put/jpg)

Editor : Mohamad Nur Asikin

Saksikan video menarik berikut ini:

Terbukti Korupsi, Bupati Bener Meriah Divonis Lima Tahun Penjara