JawaPos Radar

Pendapat JK soal Pembakaran Bendera Tauhid, Ada Syahadatnya

23/10/2018, 18:07 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pendapat JK soal Pembakaran Bendera Tauhid, Ada Syahadatnya
Wapres Jusuf Kalla (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Kasus pembakaran bendera bertulisan tauhid kini akhirnya sampai Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. Orang nomor dua di republik ini pun ikut berkomentar atas kasus yang dilakukan oleh oknum anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu.

Kata Jusuf Kalla, bendera yang dibakar oknum Banser itu memang sama dengan bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), namun itu bukan milik ormas yang sudah bubar tersebut. Sebab di bendera itu ada kalimat tauhid.

"Ya itu kan bendera yang meyerupai HTI, ada syahadadnya. Kasus itu lagi diselesaikan di kepolisian setempat," ujar JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (23/10).

Pendapat JK soal Pembakaran Bendera Tauhid, Ada Syahadatnya
Bendera bertuliskan tauhid yang pernah dikibarkan saat aksi damai pada 2017 lalu. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Diketahui baru-baru ini netizen dihebohkan dengan viralnya insiden pembakaran bendera oleh oknum Banser. Bendera tersebut bertuliskan syahadat. Tulisan itu pengikaran bagi umat muslim dalam pengakuan terhadap Sang Pencipta, Allah Swt.

Namun demikian, anggota Banser menganggap bendera bertulisan syahadat itu sebagai bendera atau lambang HTI. Selama ini HTI sudah dibubarkan pemerintah. Kejadian pembakaran tersebut berlangsung pada saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, Minggu (21/10).

Atas kejadian itu, Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengaku sangat menyayanngkan kasus tersebut. Apalagi GP Ansor merupakan organisasi otonom NU yang membawahkan Banser. "Saya menyayangkan atas kejadian tersebut," ujar Yaqut kepada JawaPos.com.‎

Kendati demikian, politikus PKB itu mengklaim apa yang dilakukan oleh anggota Banser adalah sikap spontanitas belaka. Dia menduga ada pihak-pihak yang melakukan provokasi, sehingga muncul kejadian pembakaran bendera tersebut.

"Saya yakin anak-anak ini melakukan juga karena spontan tanpa ada rencana sebelumnya. Atau memang ada yg sengaja memprovokasi," tegasnya.

Di pihak lain, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pembakaran bendera tersebut di Lapangan Alun Alun, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Minggu (21/10).

Atas kejadian itu, Hisnu Mubarok selaku ketua panitia pada peringatan Hari Santri, dan Zaenal Mahpudin telah dimintai keterangan. Keduanya telah ditangani Polres Garut.

(gwn/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up