JawaPos Radar

Syafruddin Mengaku Ditunjuk Megawati Menjadi Kepala BPPN

23/08/2018, 16:13 WIB | Editor: Kuswandi
Syafruddin Arsyad Temenggung
Syafruddin Arsyad Temenggung saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di PN Tipikor Jakarta, Kamis (23/8) (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT) mengaku diperintah Presiden RI ke-5 Megawawati Soekarnoputri untuk menjabat sebagai Kepala BPPN.

"Saya dipanggil Ibu Presiden, katanya waktu itu kami putuskan you Ketua BPPN. Saya terdiam," kata Syafruddin saat menjalani sidang agenda pemeriksaan terdakwa di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).

"Jadi saya tidak mendengarkan siapapun kecuali ibu (Megawati) melalui KKSK. Saya kemudian minta KKSK beri kebijakan dasar bagaimana mengatasi putusan BPPN ini," lanjutnya.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti kemudian meminta Syafruddin agar fokus pada tugasnya sebagai penyehatan perbankan dan restrukturisasi aset.

"Kegiatan kami di BPPN luar biasa banyak, orang nabung di bank mau ambil uang urus satu per satu jadi harus disiapkan," ujar Syafruddin.

Hingga berjalannnya waktu, Syafruddin kemudian menerbitkan SKL BLBI yang diperuntukkan kepada pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim, salah satu obligor penerima kucuran BLBI.

Belakangan, penerbitan SKL terkait utang para petambak udang PT Dipasena Citra Darmadja (DCD) itu dinilai bermasalah.

Syafruddin pun mengaku dari rekomendasi Tim Bantuan Hukum (TBH) tak pernah ada laporan tentang misrepresentasi Sjamsul terkait utang tersebut.

"Di rekomendasi tidak ada. Hanya disebut di kajiannya ada yang sudah selesai, ada yang belum," paparnya.

Selain rekomendasi dari TBH, Syafruddin juga membaca rekomendasi dari firma hukum Lubis Ganie Surowidjojo (LGS). Namun ia tak membaca rekomendasi itu secara lengkap.

"Laporannya tebal, jadi kami tidak baca semuanya," jelas Syafruddin.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up