JawaPos Radar

Duit Setoran Kurang, Zumi Zola Sempat Pecat Orang Kepercayaannya

23/08/2018, 17:41 WIB | Editor: Kuswandi
Zumi Zola
Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola, saat akan menjalani sidang perkara kasus yang melilitnya, di PN Tipikor Jakarta, Kamis (23/8) (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli telah dibacakan. Dia didakwa menerima gratifikasi atau hadiah berupa uang sebesar Rp 44 miliar. Selain itu, dia juga menerima hadiah berupa mobil Toyota Alphard dari rekanan proyeknya di Jambi.

Ada fakta yang terungkap dalam dakwaan tersebut. JPU KPK menyebut Zumi sempat memecat Kabid Binamarga Dinas PUPR yang juga orang kepercayaannya, Arfan. Alasan pemecatan karena uang setoran yang diberikan Arfan kurang. Diketahui, uang setoran itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan terdakwa serta keluarganya. Juga guna membayar utang saat kampanye Pilgub Jambi.

"Dodi Irawan selaku Kepala Dinas PUPR meminta kepada para kabid agar membuat rekapan sisa fee proyek tahun 2016, Arfan selaku Kabid menyatakan sisa proyek hanya Rp 7 miliar sedangkan Kabid lain menyebut tak ada sisa. Maka terdakwa mengganti semua Kabid PUPR termasuk Arfan," ungkapnya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).

"Sekitar Bulan November 2016, terdakwa memberhentikan Arfan dari Jabatan sebagai Kabid Binamarga Dinas PUPR bersama Kepala bidang lainnya karena kecewa fee proyek yang dikumpulkan tidak memenuhi target," jelasnya.

Namun, kata JPU KPK pada 7 Agustus 2017, Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) kembali mengangkat Arfan menjadi pejabat daerah, asal melaksanakan pesan terdakwa yang disampaikan melalui Asrul Pandapotan Sihotang. Asrul sendiri diketahui sebagai teman kuliah dan juga tim sukses Pilkada Gubernur.

"Pesan itu berisi Matahari hanya satu dan itu harga mati" serta bersedia mengumpulkan fee. Setelah menjadi Kabid, Arfan diangkat menjadi Plt Kadis PUPR menggantikan Dody Irawan yang mengundurkan diri," imbuhnya.

Atas arahan tersebut, selanjutnya uang yang telah disetor kepada orang kepercayaan Zumi yakni Asrul Pandapotan dan Apif Firmansyah kemudian digunakan oleh Zumi Zola untuk menyuap anggota DPRD Jambi agar memuluskan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah APBD Jambi Tahun 2017 dan 2018. Jaksa menyebutkan uang yang diberikan Zumi senilai Rp 16,49 miliar.

Atas perbuatannya, Zumi Zola didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Juga didakwa melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up