alexametrics

Menkumham Yasona Laoly: Lapas Sukamiskin Memang Sangat Menggoda

23 Juli 2018, 19:31:44 WIB

JawaPos.com – Menteri Hukum dan HAM Yassona H. Laoly menyesalkan atas terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Yassona menyebut bahwa Lapas Sukamiskin memanglah menggoda sebab napi koruptor ditempatkan di Lapas tersebut.

“Lapas Sukamiskin kelihatannya sangat menggoda banyak petugas. Selama saya menjadi menteri, ini kali kelima saya mengganti Kalapas Sukamiskin. Sekarang masih Plt. Nanti dalam waktu dekat akan kami tetapkan siapa pengganti saudara Wahid,” ungkap Menkumham Yasonna dalam konferensi pers di kantor Kemenkum HAM, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (23/7).

Untuk itu, kini Yasonna terus melakukan pembenahan termasuk soal siapa yang akan menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin. Seleksi ketat pun akan dilakukan agar kejadian yang sama tidak kembali terulang. Apalagi, Yassona menyebut bahwa Lapas Sukamiskin memanglah menjadi tantangan terbesar bagi Kemenkum HAM.

“Sejak dulu Lapas Sukamiskin jadi tantangan terbesar kita. Khusus Tipikor jadi persoalan. Mungkin petugas kita digoda Rp 10 juta enggak mempan sekalian Rp100 juta mabuk dia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husein yang baru menjabat sejak bulan Maret 2018 sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pemberian fasilitas, pemberian perizinan, maupun pemberian lainnya di Lapas Sukamiskin. Sebelum melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK telah melakukan serangkaian penyelidikan terkait kasus suap ini sejak April 2018 yang lalu.

“Setelah melakukan pemeriksaan dan dilanjutkan gelar perkara dalam waktu 1×24 jam disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara megara dengan maksud supaya penyelenggara negara tersebut berbuat terkait dengan pemberian fasilitas, pemberian perizinan ataupun pemberian lainnya di LP Klas 1 Sukamiskin,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7)

Dari enam orang yang diamankan, KPK kemudian menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selain Kalapas Sukamiskin Wahid Husein ada tiga pihak lain yakni Hendry Saputra, Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat yang turut ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagai pihak penerima, Wahid Husein dan Henry Saputra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 128 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan Fahmi, suami Inneke dan Andi Rahmat sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Editor : Kuswandi

Reporter : (ipp/JPC)

Menkumham Yasona Laoly: Lapas Sukamiskin Memang Sangat Menggoda