alexametrics

KemenPPPA Minta Polisi Segera Selesaikan Kasus Kekerasan Anak di Riau

23 Juni 2022, 12:28:14 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Pemerintah Daerah dan pihak terkait lainnya melakukan pemantauan, pendalaman, dan pendampingan atas kasus kekerasan terhadap anak di Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Kementerian mendorong kepolisian untuk segera menyelesaikan kasus ini agar tidak membahayakan keselamatan anak.

“Kasus ini merupakan rujukan dari surat yang dikirimkan oleh Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bapak Achmad pada 8 Juni 2022. Kami telah melakukan penjangkauan serta asesmen mendalam terhadap anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) serta pihak terkait lainnya,” ujar Deputi Bidang Perlindungan Anak KemenPPPA, Nahar kepada wartawan, Kamis (23/6).

Nahar menegaskan, pihaknya bersama Dinas PPPA Provinsi Riau dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Rokan Hulu akan mendampingi proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) korban di Polres Rokan Hulu.

“Sementara bagi terduga pelaku anak dalam kasus ini, kami mendorong pengutamaan diversi sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” imbuhnya.

Menurut Nahar, KemenPPPA dan instansi yang terlibat lainnya telah intensif melakukan dialog dengan Kepala Polres Rokan Hulu untuk memastikan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Khususnya bagi korban kekerasan dan ABH.

“Namun, kami percaya Polres Rokan Hulu dapat menyelesesaikan kasus ini dengan mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, kenyamanan, serta perlindungan demi kepentingan terbaik bagi anak,” jelas Nahar.

Kasus ini berawal dari peristiwa pemukulan 2 kelompok remaja akibat salah satu anak disandera oleh kelompok lainnya pada 16 Mei 2022. Masing-masing kelompok anak kemudian saling melapor sehingga ada 2 Laporan Polisi, yakni LP 17 dengan 1 anak korban dan 4 pelaku dewas. Serta LP 174 dengan 1 korban (AH) dan 1 terduga pelaku anak.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads