alexametrics

Kemendag Beri Tanggapan Soal Dugaan Korupsi Impor Baja

23 Mei 2022, 15:48:37 WIB

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Sekjen Kemendag) Suhanto memberikan pernyataan terhadap dugaan kasus korupsi impor baja yang dilakukan oleh salah satu pejabat di kementeriannya.

Ia menyampaikan bahwa Kemendag menghargai proses hukum yang tengah berlangsung dalam kasus dugaan korupsi perizinan impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya yang ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) terjadi dalam kurun waktu 2016-2021.

“Tentunya kami merasa sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Namun, Kemendag mendukung proses hukum yang tengah berlangsung dan siap untuk selalu memberikaninformasi yang diperlukan dalam proses penegakan hukum,” tegas dia dikutip, Senin (23/5).

Penegasan ini disampaikan menyusul ditetapkannya salah satu pegawai di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen PDN) oleh Kejagung sebagai tersangka pada Kamis (19/5). Pelaku adalah pegawai Kemendag berinisial TB selaku Kasubag Tata Usaha periode 2017-2018 dan sebagai Kasi Aneka Industri Periode 2018-2020 pada Direktorat Impor, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kemendag.

Ia menekankan, Mendag Muhammad Lutfi selalu menegaskan bahwa seluruh jajarannya wajib menjalankan pelayanan perizinan di bidang perdagangan sesuai ketentuan dan secara transparan. Untuk itu, Suhanto mendukung proses hukum jika terbukti terjadi penyalahgunaan wewenang.

Menurutnya, Mendag yang dilantik Presiden Joko Widodo pada 23 Desember 2020 telah menegaskan sikap antikorupsi kepada seluruh pegawai. “Seperti yang selalu dipesankan oleh Mendag, kami selalu menginstruksikan para pegawai Kemendag untuk selalu bekerja sesuai ketentuan dan secara transparan,” tegas Suhanto.

“Kemendag selalu siap membantu proses penegakan hukum yang tengah berlangsung, karena tindak korupsi dan penyalahgunaan wewenang menimbulkan kerugian negara dan berdampak terhadap perekonomian nasional serta merugikan masyarakat,” sambungnya.

Ia pun memastikan bahwa perizinan di bidang perdagangan sudah dilaksanakan melalui sistem elektronik. Digitalisasi perizinan ini di maksudkan untuk mempercepat pelayanan dan sekaligus menghindari pertemuan dengan pelaku usaha.

“Sistem ini dapat mencegah terjadinya korupsi. Salah satu tujuan digitalisasi perizinan adalah mencegah terjadinya korupsi dalam proses perizinan. Kemendag sangat serius membangun sistem antikorupsi,” tandas Suhanto.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads