alexametrics

Kakek ini Sembunyikan 2,2 Kg Sabu di Tupperware

23 Mei 2019, 05:35:19 WIB

JawaPos.com – Athma alias Kai Wili bakal menghabiskan masa tuanya di balik jeruji besi. Warga Jalan Rawasaei Kompleks Tirta Sari, Teluk Dalam, Kalimantan Selatan itu kedapatan menyimpan sabu seberat 2,2 kilogram (Kg).

Pria kelahiran Semarang 55 tahun silam ini tak dapat mengelak. Petugas menemukan sabu yang sudah di bungkus sebanyak 26 paket.

Sabu tersebut disimpan dalam kotak plastik Tupperware dan disembunyikan dalam lemari TV. Pelaku ditangkap Selasa (16/5) sekitar pukul 03.00 Wita.

Tidak hanya sabu, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti lainnya. Empat timbangan digital, empat pak plastik klip, empat Tupperware, dua rol alumunium foil, gunting, sendok, isolasi, kantong plastik, alat pres, lakban, tas, lima buku catatan, uang tunai sebesar Rp 1,6 juta, satu dompet, tiga handphone dan satu kartu ATM. Namun, meski barang tersebut ditemukan dirumahnya, namun Kai Wili mengaku hanya menyimpan saja.

“Saya cuma disuruh menyimpan saja,” kata Kai Wili dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Kamis (23/5).

Siapa yang menyuruh, Kai Wili tampaknya enggan menyebutkan. Ia hanya mengatakan, barang haram tersebut diambil di sekitar kawasan Jalan lingkar Selatan. “Diambil di jalan tol,” ucapnya.

Dia tak tahu ke mana sabu tersebut akan dipasarkan. Ia mengaku hanya disuruh untuk menyimpan sementara waktu. “Diupah berapa juga belum tahu, cuma diminta menyimpan saja,” ujarnya.

Meski dia mengelak, tapi dengan barang bukti yang ditemukan, tampaknya tidak akan membebaskannya dari hukuman. “Tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 sub Pasal 112 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Direktur Serse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Wisnu Widarto.

Terungkapnya perbuatan pelaku, beber Wisnu, setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan di kawasan tersebut sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba.

“Kami dalami selama satu pekan. Akhirnya, kami tangkap bersama barang buktinya,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati



Close Ads