alexametrics

Tompi Jadi Saksi, Ratna Sarumpaet: Terima Kasih Sudah Sadarkan Saya

23 April 2019, 13:35:35 WIB

JawaPos.com – Terdakwa kasus berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada saksi dr. Teuku Adifitrian alias Tompi. Permitaan maaf ini disampaikan karena dirinya, Tompi harus menjalani persidangan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Ratna pun menyampaikan terima kasih kasih kepada Tompi atas cuitannya di media sosial Twitter. Saat itu Tompi menulis bahwa wajah lebam-lebamnya bukan karena dipukuli massa, melainkan akibat bekas operasi plastik.

Menurut Ratna, ia berterima kasih kepada Tompi karena sudah menyadarkan dirinya untuk tidak berlama-lama berbohong. Atas pernyataan Tompi itu, ia berani mengakui dirinya sedang berbohong kepada masyarakat luas.

“Saya tidak tahu kenapa Tompi berada di sini. Saya seharusnya berterima kasih kepada Tompi, karena dia mempercepat saya agar tidak berbohong,” ujar Ratna menanggapi kesaksian Tompi saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Tompi dan Rocky menjadi saksi fakta yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoax yang dilakukan Ratna Sarumpaet. (SALMAN TOYIBI / JAWA POS)

Ratna pun menyimpulkan, apa yang disampaikan Tompi saat bersaksi di depan majelis hakim, adalah benar. Kendati demikian, menurutnya kehadiran Tompi di persidangan tidak terlalu penting bagi kasus hukumnya.

“Ya, semuanya benar. Saya berterima kasih kepada Tompi,” tutur Ratna.

Sebelumnya, Tompi menanggapi foto wajah lebam terdakwa yang ramai beredar di media sosial Twitter. “Gilaaaaa menjadikan bengkak operasian sebagai akibat dikeroyok massa!!! Mrk sedang membodohi diri sendiri. Dan kita rakyat tertipu dan terbawa amarah. Ini contoh bagus bagaimana oknum politisi memainkan jurus2,” tulis Tompi.

Pernyataan Tompi di media sosial itu kemudian terbukti. Wajah lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Tak lama kemudian, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks pada Jumat, 5 Oktober 2018. Penangkapannya sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Kemudian, Jaksa Penuntu Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Wildan Ibnu Walid