alexametrics

Rocky Gerung: Saya Jengkel kepada Ratna, Aktivis Demokrasi Bisa Berbohong

23 April 2019, 13:09:09 WIB

JawaPos.com – Akademisi Rocky Gerung menjadi saksi dalam persidangan terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4). Dalam kesaksiannya, Rocky mengaku dirinya jengkel karena merasa dibohongi oleh sahabatnya sendiri.

Dia merasa dibohongi karena Ratna Sarumpaet menyatakan diri bahwa wajah lebam-lebam itu bukan seperti dikatakan sebelumnya, yakni dipukuli oleh sekelompok orang di Bandung. Atas dasar itu, Rocky sempat kecewa dan mempertanyakan integritas Ratna sebagai aktivis demokrasi.

“Saya jengkel kepada Ratna, kok begitu. Aktivis demokrasi bisa berbohong, jadi saya tagih integritasnya,” ujar Rocky memberikan kesaksian kepada majelis hakim, Selasa (23/4).

Rocky menekankan, bahwa seorang aktivis pejuang demokrasi itu harga mati tidak boleh berbohong. Kendati demikian, Ratna Sarumpaet sudah menyampaikan permintaan maaf kepada dirinya. Rocky pun kemudian tidak lagi mempermasalahkan kebohongan Ratna.

“Saya tekankan, apalagi terhadap pejuang demokrasi. Intergritas itu harga mati. Tapi dia (Ratna) sudah mengakui (berbohong), yasudah,” ujarnya.

Rocky Gerung menjadi saksi di sidang berita bohong Ratna Sarumpaet. (Wildan Ibnu Walid/ JawaPos.com)

Rocky pun mengaku menerima foto yang dikirim oleh terdakwa langsung. Akan tetapi, dia baru menerima foto melalui pesan WhatsApp, setelah kembali ke Jakarta pada tanggal 2 Oktober 2018. Usai sepekan berasa di ketinggian 5.000 meter lebih di Gunung Elbrus, Rusia.

“Tapi kan dia sudah minta maaf, sudah minta maaf ke publik, ya sudah lah kalo sudah minta maaf,” kata Rocky di depan majelis hakim.

Pada tanggal 3 Oktober, Ratna melakukan jumpa pers kepada awak media. Dia mengakui wajah lebam-lebamnya bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Tak lama kemudian, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks pada Jumat, 5 Oktober 2018. Penangkapannya sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Kemudian, Jaksa Penuntu Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Wildan Ibnu Walid



Close Ads