alexametrics

Gebrak Meja dan Mengancam jadi Alasan Jaksa Tahan 4 IRT di Lombok

23 Februari 2021, 13:52:03 WIB

JawaPos.com – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) membantah terkait penahanan empat ibu rumah tangga (IRT) bersama anak-anaknya dalam kasus pelemparan batu ke pabrik rokok di Lombok Tengah. Kejati NTB mengakui, empat IRT itu sengaja membawa anak-anaknya.

“Bahwa terkait pemberitaan dan foto yang beredar di medsos para Terdakwa ditahan bersama anaknya oleh pihak Kejaksaan adalah tidak benar, melainkan keluarga para Terdakwa dengan sengaja membawa anak para Terdakwa di Polsek Praya Tengah maupun di Rutan Praya untuk ikut bersama para Terdakwa berdasarkan izin pihak Rutan,” kata Kasipenkum Kejati NTB, Dedi Irawan dalam keterangannya, Selasa (23/2).

Dedi lantas menjelaskan, alasan penahanan terhadap empaat IRT tersebut. Dia menjelaskan, kasus pelemparan batu oleh Hultiah dkk itu dilimpahkan tahap dua ke Kejati NTT pada Selasa 16 Februari 2021 sekitar pukul 10.00 WITA di kantor Kejaksaan Negeri Lombok Tengah. Mereka disangka melanggar Pasal 170 ayat 1 KUHP.

Menurut Dedi, dalam pelimpahan tahap dua itu para tersangka dinilai berbelit-belit dalam menyampaikan keterangan kepada jaksa penuntut umum (JPU). Keempat tersangka dipandang tidak kooperatif, karena salah satu tersangka saat pemeriksaan mendobrak meja JPU.

“Para Tersangka berbelit belit dalam memberikan keterangan dan tidak kooperatif karena salah satu Tersangka mendobrak meja dengan melontarkan kata-kata ancaman pada jaksa dan pada saat itu disarankan agar tetap bersabar. Para Tersangka tersebut sempat diberikan kesempatan untuk berdamai melalui upaya Restoratif Justice, namun ke empat tersangka tetap menolak,” beber Dedi.

Bahkan pada saat dihadapkan oleh penyidik, para tersangka tidak ada didampingi oleh pihak keluarga maupun penasehat hukum. Dia menegaskan, saat pemeriksaan mereka tidak pernah membawa anak-anak di ruangan penerimaan tahap dua Kejaksaan Negeri Lombok Tengah.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan




Close Ads