alexametrics

Analisis ICW, Alasan Parpol Masih Usung Eks Napi Koruptor jadi Caleg

23 Februari 2019, 21:17:01 WIB

JawaPos.com – Pencalonan mantan terpidana kasus korupsi terus menuai polemik. Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menilai pencalonan tersebut tak bisa dilepaskan dari masalah yang terjadi di struktur kepengurusan partai politik.

Dia mengatakan, selama ini struktur kepengurusan partai politik kerap diisi oleh orang-orang atau politisi yang bermasalah dengan hukum. Misalnya, ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Maka, kata dia tidak heran jika mantan terpidana kasus korupsi masih dapat mencalonkan diri sebagai caleg anggota legislatif (caleg).

“Sepanjang orang bermasalah masih menguasai struktur partai, mantan narapidana kasus korupsi menguasai struktur partai maka kemudian masalah lanjutannya adalah dia mencalonkan diri atau mengusung orang yang bermasalah,” ujar Donal, Sabtu (23/9).

Menurut Donal, banyak mantan terpidana kasus korupsi yang justru memegang jabatan penting di struktur partai. Dia mencontohkan mantan terpidana kasus korupsi dari Partai Gerindra M Taufik.

Diketahui Taufik merupakan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta. Ia juga kembali mencalonkan diri sebagai calega DPRD DKI Jakarta.

“Kenapa M Taufik itu tidak dicoret, karena dia Ketua Gerindra DKI dan yang menandatangani surat untuk pencalegan itu kan dia juga,” sambung Donal.

Oleh sebab itu, sebut Donal, perubahan struktur organisasi harus dilakukan jika partai politik berkomitmen dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Memang pencalegan ini akhirnya kita belajar tidak bisa mencoret (caleg eks koruptor) hanya menjelang pemilu tapi memang harus memperbaiki struktur partai secara organisasi,” pungkas Donal.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

Analisis ICW, Alasan Parpol Masih Usung Eks Napi Koruptor jadi Caleg