Ratusan Supir Taksi Pangkalan Datangi Mapolresta Barelang

23/02/2018, 01:25 WIB | Editor: Budi Warsito
Anto Duha(kiri)menyampaikan pesan para pengemudi taksi konvensional terkait lambannya penanganan Kepolisian menyelesaikan kasus. (Boni Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menuntut kejelasan penyelesaian kasus penyerangan yang menimpa salah satu rekannya, ratusan pengemudi taksi konvensional mendatangi Mapolresta Barelang, Kamis (22/2) sore. Kedatangan ratusan sopir beserta armadanya ini sempat menimbulkan kacetan di sekitar area Mapolresta Barelang. Kondisi ini pun membuat pihak Kepolisian terpaksa mengambil sikap tegas dengan membubarkan massa yang mulai mengganggu kelancaran lalulintas.

Mereka datang tidak dengan ijin resmi untuk melakukan unjuk rasa atau sejenisnya. Meskipun demikian, polisi tetap menerima aspirasi para supir dengan melayani permintaan perwakilan mereka untuk berdiskusi dengan pihak kepolisian.

Dalam diskusi tersebut, mereka membahas seputar permintaan kepada pihak kepolisian untuk segera menindak lanjuti laporan yang telah mereka buat. "Kerusuhan kemarin telah kami laporkan, ada kawan kami yang mengalami luka dan mobil juga mengalami kerusakan. Tapi kami malah disuruh pulang," kata Anto Duha, Dewan Pembina Taksi Kota Batam kepada perwakilan Polisi yang menemui mereka, Kamis (22/2).

Anto juga menyampaikan, selama ini laporan yang melibatkan taksi konvensional selalu saja ditangani tidak sesuai harapan. Cenderung lebih lama dibanding penanganan masalah yang melibatkan penyedia transportasi online. Salah satunya adalah, kasus penikaman pengemudi taksi konvensional yang kasusnya belum selesai meskipun sudah berbulan-bulan dilaporkan.

Menanggapi desakan tersebut, Kasat Binmas Polresta Barelang Kompol S Dalimunte mengatakan, saat ini Satreskrim tengah melakukan prosedur yang sudah sesuai aturan. Menerima laporan, saat ini tengah mendalaminya dan mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan.

Dalimunthe berharap, para supir bisa menahan diri dan bersabar menunggu polisi bekerja. "Datanya sudah kita terima, sedang diproses. Penyidik mengumpulkan bukti. Kita harus bersabar biar polisi yang menangani. Kalau ada yang kurang puas sampaikan, jangan langsung demo seperti ini," kata Dalimunthe.

Kisruh pengemudi taksi online dengan taksi konvensional terus menjadi perselisihan yang kian mengarah ke perpecahan. Saling serang antar sopir hingga menimbulkan kerusakan kendaraan, menjadi pemandangan yang akhir-akhir ini banyak terjadi.

Yang terbaru adalah, penyerangan yang dilakukan pengemudi taksi online terhadap pengemudi taksi pangkalan di kawasan Batam City Square (BCS) Kecamatan Lubuk Baja, Batam pada Rabu (21/2) malam kemarin.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi