JawaPos Radar

Meski Sudah Ditahan, Bupati Lampung Tengah Masih 'Ngarep' Dukungan

23/02/2018, 14:02 WIB | Editor: Kuswandi
Bupati Lampung Tengah
Bupati Lampung Tengah, Mustafa, saat akan dilakukan penahanan Jumat (16/2) dini hari (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bupati Lampung Tengah Mustafa terus berharap dan meminta dukungan kepada masyarakat Lampung agar dia terus tabah menghadapi cobaan yang menimpanya. Hal itu disampaikan Mustafa saat memasuki gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan Persada, Jakartas Selatan Jumat (23/2) untuk diperiksa sebagai saksi.

Mustafa memang ada dijadwal pemeriksaan hari ini namun bukan dimintai keterangan dirinya melainkan untuk tersangka J. Natalis Sinaga (JNS).

"Yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka J. Natalis Sinaga (JNS) ," ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media.

Mustafa mengaku akan memberikan keterangan yang diketahui dan dia merasa diperlakukan dengan baik oleh petugas KPK yang membuat kondisinya tetap sehat dan akan tabah menghadapi masalah yang melilitnya.

"Saya memberikan keterangan yang saya tahu, saya berharap semua masyarakat Lampung untuk terus tabah karena saya juga dalam situasi yang cukup sehat, dan diberikan kesehatan serta diperlakukan dengan baik oleh petugas yang ada di KPK," ujarnya.

Kemudian, dia berharap seluruh pendukung terus meneruskan niat lurus maju terus. Agar apa yang dicitakan bisa tercapai dan terwujud.

"Mudah-mudahan apa yang dicita-citakan mengharapkan Lampung yang sejahtera bisa tercapai dan terwujud dengan baik," tuturnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Lampung Tengah. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah J Natalis Sinaga dan Rusliyanti, serta Kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah, Taufik Rahman.

Kasus ini berkaitan dengan permintaan agar DPRD Lampung Tengah menyetujui pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Inrfastruktur (SMI) sebesar Rp 300 miliar.

Rencananya, uang itu akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan oleh Dinas PUPR Lampung Tengah.

Adapun J Natalis Sinaga dan Rusliyanti diduga menerima suap untuk memberikan persetujuan DPRD atas pinjaman daerah pada APBD Lampung Tengah kepada PT SMI. Sementara pihak diduga pemberi suap adalah Taufik Rahman.

Atas perbuatannya, pihak pemberi Taufik disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebagai pihak penerima suap, Natalis dan Rusliyanto dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Taufik selaku pihak pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up