JawaPos Radar

Beraksi di 60 TKP, Residivis Curanmor Ini Berakhir di Warnet

23/02/2018, 16:54 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Residivis Curanmor
CURANMOR: Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananto (kiri) bersama dua tersangka curanmor. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Satuan Reskrim Polsek Sukun berhasil membekuk residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), M Nur, 18, warga Gadang Gang XXI, Kecamatan Sukun, Kota Malang. M Nur sendiri sudah beraksi di 60 tempat kejadian perkara (TKP) di seluruh Malang Raya.

Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananto mengatakan, M Nur berhasil ditangkap di warnet Zidan jalan Raya Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (21/02) malam.

Saat ditangkap, tersangka sedang bertransaksi melalui online menawarkan Suzuki FU hasil curiannya di Jalan Ir Rais, Kelurahan Tanjungrejo, kecamatan Sukun, Kota Malang beberapa hari lalu.

Anang mengungkapkan, M Nur sudah sering melancarkan aksinya di kawasan Malang Raya. "Tersangka sudah beraksi di 60 TKP. Sasarannya menyebar di beberapa Kecamatan di Kota Malang, bahkan di Kabupaten Malang. Dalam beraksi, tersangka sering berganti-ganti pasangan," tutur Anang, Jumat (23/2).

Dia menerangkan, tersangka yang kadang bekerja sebagai kuli bangunan ini, sudah melakukan pencurian sejak usia 18 tahun. Bahkan, sudah pernah masuk Lembaga pemasyarakatan (Lapas ) di kasus yang sama, dengan vonis 1 tahun 2 bulan.

"Dia pernah masuk penjara, karena beraksi sejak tahun 2014 hingga sekarang. Sasaran terbanyak di wilayah Lowokwaru, dengan sarana kunci T untuk merusak rumah kunci motor," lanjut Anang.

Sebelumnya, lanjut Anang, penangkapan M Nur berawal dari penangkapan tersangka M Fajar alias Juni, 22, warga jalan Sawojajar Gang XV, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Juni ditangkap massa saat melakukan pencurian motor matik saat diparkir di teras rumah Samsul, 29, warga jalan Raya Candi Gang III, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Namun, saat keduanya mendorong motor, Juni berhasil ditangkap dan dihajar massa, hingga babak belur karena ketahuan warga. Sementara, Nur berhasil kabur. Beruntung saat itu petugas segera tiba di lokasi sehingga nyawa Juni berhasil diselamatkan.

Dari hasil pengembangan, akhirnya muncul nama M Nur yang sebelumnya menjadi daftar pencarian orang (DPO), hingga berhasil dibekuk, Rabu malam (21/02) saat sedang menjual motor hasil curiannya melalui online.

Saat itu dia sama sekali tidak mengira kalau petugas Polsekta Sukun sudah ada di belakangnya untuk melakukan penangkapan. Nur pun tak bisa mengelak saat ditangkap. Saat dipertemukan dengan Fajar alias Juni, keduanya mengaku sudah melakukan 60 kali pencurian motor.

Beberapa lokasi yang kerap dijadikan tempat beraksi antara lain di wilayah Sukun, Blimbing, Lowokwaru, Kedungkandang serta di Kabupaten Malang. Hasil motor curiannya itu pun dijual dengan harga sekitar Rp 1-2 juta per unitnya.

Petugas pun berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor hasil dari tindak kejahatannya. Karena tindakannya tersebut, para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up