alexametrics

Menhan Minta Ba’asyir Kooperatif untuk Janji Setia ke Pancasila

23 Januari 2019, 20:15:09 WIB

JawaPos.com – Tarik ulur pembebasaan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir masih terus berlanjut. Polemik muncul karena dia enggan menandatangani sumpah setia kepada Pancasila dan NKRI.

Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengatakan, persayaratan sumpah setia itu harus dipenuhi oleh Ba’asyir. Karena syarat tersebut sudah diatur dalam sistem peradilan Indonesia.

“Kalau dia memang harus berjanji, ini kan ada perjanjian dong ya. Tidak menyebarkan macam-macam seperti dulu, mengajak orang berbuat melawan negara, dan lain-lain. Dibebaskan ada syarat juga nggak bebas begitu saja,” ujar Riyamizard di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (23/1).

Jenderal Purnawirawan TNI itu mengatakan, demi alasan kemanusiaan, pemerintah memutuskan membebaskan Ba’asyir. Oleh karena itu, dia berharap pimpinan kelompok teroris Jamaah Islamiyah itu mau bersikap kooperatif dalam penyelesaian kasus ini.

“Kami kan sudah toleran. Dia (Ba’asyir, Red) sudah tua, lama di penjara. Dengan rasa kemanusiaan Presiden, biar dia di rumah bersama keluarganya gitu loh. Biar dia berkumpul dengan orang rumah, cucunya, anaknya pada masa tuanya,” tegasnya.

Di sisi lain, Riyamizard mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang jika nantinya Ba’asyir benar-benar bebas. Menurutnya tidak ada ancaman teror dari bebasnya Ba’asyir.

“Nggak perlu (takut Ba’asyir bebas, Red). Saya dulu kan pernah sekali ke sana (lapas Gunung Sindur, Red) kan tahun lalu. Semua baik kok ndak ada masalah. Saya sampaikan harus begini, begini, begini dan pihak keluarga mengiyakan,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Menhan Minta Ba'asyir Kooperatif untuk Janji Setia ke Pancasila