alexametrics

KPK Kaji Jerat Pihak Lain dalam Skandal Djoko Tjandra

22 November 2020, 19:14:48 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, tidak menutup kemungkinan akan menjerat pihak lain dalam skandal terpidana kasus hak tagih Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Sebab, KPK kini telah menerima dokumen skandal Djoko Tjandra yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Polri.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menyebut, saat ini tim supervisi tengah menelaah dokumen-dokumen tersebut. Menurutnya, pihak lain yang terlibat dalam perkara skandal Djoko Tjandra harus bertanggung jawab.

“Tim akan pelajari terkait dengan apakah dari kontruksi kasus dalam berkas dokumen tersebut ada indikasi peristiwa pidana sehingga kemudian juga akan dikaji kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” kata Ali dalam keterangannya, Minggu (22/11).

Menurut Ali, tim supervisi KPK juga terus mencermati setiap fakta-fakta yang ada dalam proses pembuktian di persidangan. Perkara-perkara tersebut saat ini masih berlangsung dipengadilan Tipikor.

Sebelumnya, KPK telah menerima berkas skandal Djoko Tjandra baik dari Kejaksaan Agung (Kejagung) maupun Polri. Hal ini sebagai tindaklanjut dari supervisi KPK.

“Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas supervisi, saat ini KPK telah menerima berkas dokumen yang diminta baik kepada Kejaksaan maupun Kepolisian,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (19/11).

KPK menyatakan, akan menelaah berkas yang diterima dari Kejaksaan Agung dan Polri terkait penanganan skandal Djoko Tjandra. Mengingat oknum Korps Adhyaka dan Korps Bhayangkara terlibat dalam skandal Djoko Tjandra.

Baca juga: KPK Akui Sudah Terima Berkas Djoko Tjandra dari Kejaksaan dan Polisi

“Berikutnya tentu KPK akan melakukan penelitian dan telaahan terhadap dokumen dimaksud,” tandas Ali.

Untuk diketahui, skandal Djoko Tjandra yang ditangani kepolisian dan kejaksaan saat ini sedang bergulir di Pengadilan. Kejaksaan Agung menangani kasus dugaan suap dan pemufakatan jahat permintaan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) yang menjerat mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung, Pinangki Sirna Malasari; mantan politikus Nasdem Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra.

Sementara itu, Polri menangani kasus dugaan suap penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Polri yang menjerat mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte; mantan Kabiro Kordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo; serta pengusaha Tommy Sumardi.

Selain itu, Polri juga menangani kasus dugaan pemalsuan surat yang menjerat Prasetijo, Djoko Tjandra dan mantan pengacaranya Anita Kolopaking. Kasus tersebut tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads