alexametrics

Terpapar Paham Radikal, Sejak Lama Polisi Intai Akun Medsos Eko

22 November 2018, 16:13:25 WIB

JawaPos.com – Eko Ristanto, 35, pelaku penyerangan anggota Polres Lamongan sebenarnya sudah diawasi beberapa bulan lalu. Sebab polisi curiga dia terpapar paham radikal sejak berada di Lapas Sidoarjo. 

“Sebenarnya kami sudah pantau dari akun-akunnya. Akunnya sudah terpapar paham radikal,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di kantornya, Kamis (22/11).

Hanya saja, pihaknya belum berani menyentuh karena Eko belum masuk ke jaringan yang utuh. Pecatan polisi itu dan rekannya M Syaif Ali Hamdi, 17, masih terbilang simpatisan yang didoktrin melalui akun-akun media sosial.

“Sudah kami mapping, nanti dulu, ini jauh dari aksi. Tapi tahu-tahu dia melakukan aksi meskipun hanya dengan ketapel,” ungkap Dedi.

Jika dikelompokkan, Eko dan Syaif tergolong orang baru di dunia terorisme. “Dia baru mau mencoba tentang pemahaman jihad. Di hajar terus tentang ayat-ayat jihad lewat medsos,” tuturnya.

Eko juga sering mendatangi narapidana terorisme di beberapa lapas untuk meningkatkan keyakinan dia tentang jihad. “Dia pemahamannya masih kurang sekali. Belum bisa dia. Dia cuma disuruh-suruh berguru saja,” tukas Dedi.

Sebelumnya, seorang anggota polisi lalu lintas Polsek Paciran, Lamongan, bernama Bripka AA, diserang dua orang menggunakan ketapel saat berdinas di Pos Polisi sekitar kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL), Selasa (20/11) sekitar pukul 01.30 WIB. 

Dua pelaku yang belakangan diketahui salah satunya pecatan polisi yakni Eko Ristanto (35) dan M Syaif Ali Hamdi (17) berhasil diamankan oleh aparat dibantu warga sekitar. Sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur. 

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (dna/JPC)

Terpapar Paham Radikal, Sejak Lama Polisi Intai Akun Medsos Eko