JawaPos Radar

Polisi Amankan Banser Pembakar Bendera Berkalimat Tauhid

22/10/2018, 21:57 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Polisi Amankan Banser Pembakar Bendera Berkalimat Tauhid
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Viral sebuah video menunjukkan sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melakukan aksi pembakaran bendera berkalimat Tauhid. Peristiwa tersebut berlangsung saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pembakaran bendera tersebut terjadi pagi tadi skitar pukul pukul 09.30 WIB di Lapang Alun Alun, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Para pelaku menganggap bendera berlafaz kalimat tauhid itu adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). "Telah terjadi pembakaran diduga bendera HTI yang dilakukan oleh peserta kegiatan atau anggota Banser," ujar Dedi kepada JawaPos.com, Senin (22/10).

Lelaku kata dia, merupakan ketua panitia pada peringatan Hari Santri, Hisnu Mubarok dan seksi acara, Zaenal Mahpudin. Setelah meminta keterangan sejumlah saksi, kini, keduanya telah ditangani Polres Garut.

"Kita tindak secara hukum agar dapat menenangkan atau menetralkan situsasi kondusif secara umum," tutur Dedi.

Video yang sempat viral di media sosial itu pun lantas dihapus guna menghindari konflik yang lebih besar. "(Kepolisian) segera take down video viral tersebut," imbuhnya.

Beberapa pihak terkait juga telah mengeluarkan pernyataan atas tindakan pembakaran bendera berlafaz tauhid itu. Sementara, situasi di wilayah Garut, kata Dedi, terpantau cukup kondusif pasca kejadian ini.

"Sampai dengan saat ini situasi di Kabupaten Garut pasca kejadian tersebut dalam keadaan aman dan kondusif," pungkasnya.

Kejadian tersebut juga mendapat komentar berbagai pihak. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sumsel, HM Alfajri Zabidi mengaku sangat prihatin dan menyesalkan kejadian ini.

Meski begitu, ia mengaku semuanya harus diserahkan ke pihak berwajib untuk mengusut kasus tersebut. "Kami imbau kepada umat Islam terutama di Sumsel agar tetap tenang dan tidak terprovokasi," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (22/10).

Menurut Alfajri yang juga sebagai wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumsel, aksi yang dilakukan ormas tersebut dapat memicu konflik antar umat islam.

"Kami harap kejadian ini tidak terulang lagi dikemudian hari," singkatnya.

(dna/lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up