alexametrics

Hilang dari Keluarga, Pengakuan Mengejutkan Ayah Perempuan Pemutilasi

22 September 2020, 11:32:53 WIB

JawaPos.com – Pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Rinaldi Harley Wismanu di Apartemen Kalibata City Jakarta, Laeli Atik Supriyatin, 27, sejak awal 2019 sudah putus kontak dengan orang tuanya.

“Sudah 1,5 tahun Laeli putus kontak dengan saya dan kakaknya. Bahkan, sudah dua tahun ini Laeli tidak pulang kampung,” tutur ayah Laeli, Makmuri, 60, saat ditemui di rumahnya di Desa Kesuben Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal.

Makmuri sangat terkejut saat mengetahui anak perempuannya itu ditangkap, karena kasus pembunuhan. Kali pertama Makmuri mendapat kabar itu dari salah seorang kakak Laeli yang juga tinggal di Ibu Kota.

“Pertama dengar berita itu kaget. Saya tahunya waktu kakak-kakaknya pada telepon. Mereka pada nangis semua, saya juga nangis terus kalau mikirin itu,” ujarnya seperti dikutip Radar Tegal (Jawa Pos Group), Selasa (22/9).

Menurut Makmuri, sejak putus kontak, keluarga sudah berupaya mencari keberadaan Laeli di Jakarta. Terakhir kali upaya pencarian itu dilakukan oleh Makmuri pada Idul Adha lalu. “Saya sudah berusaha nyari. Namanya orang tua, apa saja lah saya lakuin, yang penting anak saya bisa pulang. Tapi ternyata tidak bisa. Tidak ada alamatnya jadi susah,” ucapnya.

Makmuri mengisahkan, Laeli, anak keempat dari tujuh bersaudara, merupakan sosok penurut dalam keluarga. Menyadari orang tuanya bukan dari kalangan berada, Laeli tak pernah menuntut untuk dibelikan apa-apa kepada orang tuanya semasa masih bersekolah.

“Mungkin kalau dari kecil saya ceritain, saya tidak kuat. Itu nurutnya ya Allah, nurut betul-betul. Mungkin kalau zaman sekarang orang sekolah pakai tas, dia pakai kantong kresek saat SD kelas satu. Coba Bayangin. Pakai kantong keresek, nurut. Nggak nangis, nggak apa. Kalau pulang sekolah nggak pernah bergaul. Waktu SMA, kalau temannya datang mau minjem buku, terkadang teman lelaki, itu cuma dari pintu aja ngasihnya,” tutur Makmuri sembari meneteskan air matanya.

Selain selalu patuh kepada orang tua dan kakak-kakaknya, Laeli disebut Makmuri rajin dan pintar selama bersekolah. Sejak bersekolah di SDN Kesuben, SMPN Lebaksiu hingga SMAN 3 Slawi, Laeli selalu berprestasi di sekolah dan kelasnya. “Di sekolah selalu dapat ranking. Paling tidak ranking tiga besar,” ujar dia.

Prestasinya yang menonjol di sekolah membuat Laeli diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (UI) melalui jalur prestasi atau Bidikmisi. “Anaknya memang rajin dan pintar. Waktu sudah kuliah, siang dia kuliah, malamnya mengajar private atau les buat tambah-tambah,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo



Close Ads