alexametrics

Kejati DKI Sidik Dugaan Korupsi PT PGAS Solution

22 Juni 2022, 08:34:42 WIB

JawaPos.com – Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah meningkatkan status penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada PT. PGAS SOLUTION dalam pembelian dan sewa alat pembuatan sumur Geothermal di Sabang Aceh pada tahun 2018 ke tahap penyidikan.

Ihwal adanya kasus ini, menurut Aspidsus Kejati DKi Abdul Qohar, berawal pada 2018, PT. PGAS SOLUTION memperoleh pekerjaan pembelian dan sewa alat (blow out preventer), untuk kebutuhan pembuatan sumur Geothermal di Sabang, Aceh dari PT. TAK.

Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, jelas Abdul Qohar, PT. PGAS SOLUTION kemudian menerbitkan Purchase Order (order pembelian) kepada PT. ANT dengan nilai pembelian alat sebesar Rp. 22.022.784.300,- (dua puluh dua miliar dua puluh dua juta tujuh ratus delapan puluh empat ribu tiga ratus rupiah). Sedangkan untuk pekerjaan sewa alat sebesar Rp. 9.702.000.000,- (sembilan miliar tujuh ratus dua juta rupiah). Sehingga total keseluruhan pekerjaan sebesar Rp. 31.724.784.300,00,- (tiga puluh satu milyar tujuh ratus dua puluh empat juta tujuh ratus delapan puluh empat ribu tiga ratus rupiah).

Abdul Qohar menegaskan, terkait kerjasama kedua perusaahaan tersebut, PT. PGAS SOLUTION mengetahui bahwa PT. ANT tidak memiliki ketersediaan alat pembuatan sumur Geothermal dan dalam pelaksanaannya, PT. ANT tidak pernah menyerahkan alat pembuatan sumur Geothermal dan tidak pernah menyerahkan alat yang telah disewa tersebut kepada PT. PGAS SOLUTION.

“Akan tetapi PT. PGAS SOLUTION seolah-olah sudah menerima penyerahan alat pembuatan sumur Geothermal dan sewa alat tersebut dari PT. ANT dan dibuat Berita Acara Serah Terima barang (fiktif),” terang Abdul Qohar kepada JawaPos.com, Rabu (22/6).

Tak hanya itu, lanjut Abdul Qohar, PT. PGAS SOLUTION kemudian telah melakukan pembayaran kepada PT. ANT sejumlah Rp. 31.724.784.300,- (tiga puluh satu milyar tujuh ratus dua puluh empat juta tujuh ratus delapan puluh empat ribu tiga ratus rupiah) dan sejumlah uang pembayaran tersebut oleh PT. ANT diserahkan kepada PT. TAK, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 31.724.784.300,00,- (tiga puluh satu milyar tujuh ratus dua puluh empat juta tujuh ratus delapan puluh empat ribu tiga ratus rupiah).

Editor : Kuswandi

Saksikan video menarik berikut ini: