alexametrics

Kelompok Bersenjata Tembak Warga Sipil di Timika

22 Mei 2020, 15:20:42 WIB

JawaPos.com–Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Kamal, menegaskan, Sakeus, 35, yang Kamis (21/5), ditemukan tergelak di sekitar MP 62 dipastikan ditembak kelompok bersenjata. Dari laporan yang diterima, korban ditemukan di sekitar jalan tambang PT Freeport Indonesia di Pos MP 62, Tembagapura, dengan luka tembak di bagian perut dan leher.

Insiden itu diketahui setelah personel gabungan, melaporkan ke pos MP 60 melalui telepon yang mendengar bunyi rentetan senjata di MP 62. Selain itu, juga dikirim foto sesosok orang terkapar di atas jalan tambang. Setelah mendapat laporan tersebut, anggota mendatangi TKP dan mengevakuasi ke RS Tembagapura.

”Korban bukan karyawan PT Freeport Indonesia atau konsorsium perusahaan tambang. Kita belum dapat memastikan kelompok mana yang menembak itu,” ujar Kamal seperti dilansir dari Antara pada Jumat (22/5).

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw secara terpisah sebelumnya mengharapkan warga Ndeotadi, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai segera mengembalikan tiga pucuk senjata api (senpi) milik Pos Polisi 99 Ndeotadi.

Polda telah melakukan pendekatan dengan para tokoh untuk terus melakukan komunikasi dengan pelaku agar senpi itu segera dikembalikan.

”Tokoh yang kami minta bantuan sudah menemui mereka, tapi untuk sementara mereka masih menolak. Tidak apa-apa, kami akan terus mencoba untuk melakukan upaya-upaya pendekatan persuasif kepada para pelaku ini,” kata Waterpauw di Timika.

Kelompok pelaku penyerangan diketahui sehari-hari bergaul cukup akrab dengan anggota Pospol 99 Ndeotadi, lantaran rumah tinggal mereka tidak jauh dari pos tersebut. Pimpinan kelompok pelaku penyerangan diketahui tumbuh dan besar di kawasan Ndeotadi, Paniai. Ayahnya diketahui memiliki rekam jejak pernah terlibat kasus penyerangan Markas Kodim Paniai pada awal 2000-an.

”Sehari-hari dia sudah mendapatkan manfaat di area itu. Setiap helikopter yang terbang ke sana harus memberi dia jatah cukup besar. Kalau dikalkulasi, setiap bulan dia bisa dapat sampai puluhan juta rupiah,” jelas Waterpauw.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads