alexametrics

Polri Amankan Ambulans Berlogo Partai Berisi Batu dan Amplop Isi Uang

22 Mei 2019, 14:32:48 WIB

JawaPos.com – Peritiwa kerusuhan yang terjadi sejak Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) dini hari, Polri berhasil mengamankan satu unit ambulans yang diduga milik salah satu partai politik. Dari dalam ambulans itu, polisi menemukan alat-alat benda tumpul yang diduga akan digunakan oleh masa aksi demonstrasi 22 Mei.

“Ada bukti-bukti yang kami temukan. Ada satu ambulans, saya tidak akan sebutkan ambulansnya, (mobil ambulans) ada partainya. Di dalamnya penuh dengan batu-batu dan alat-alat. Sudah kami amankan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Ia juga menyampaikan, dari hasil penggeledahan terduga provokator yang diamankan kepolisian ditemukan berbagai amplop. Menurut mantan Wakapolda Jawa Timur tersebut, amplop-amplop itu berisi uang.

“Uangnya masih ada. Sedang kami sita dan saat ini Polda Metro Jaya sedang mendalami hal tersebut,” terangnya.

Polri menduga, peristiwa yang menyebabkan wilayah DKI Jakarta hingga terjadi keonaran sudah terencana. Sebab dari 69 orang yang sudah diamankan, mereka datang bukan dari luar wilayah Jakarta.

Iqbal menyebut, segerombolan massa aksi datang dari wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Oleh karena itu, Polri hingga saat ini masih mendalami terjadinya kerusuhan massa tersebut.

“Dari massa yang aksi damai bahwa peristiwa yang tadi malam bukan peristiwa spontan tapi by design, settingan,” tegas Iqbal.

Kepolisian mengamankan setidaknya 69 terduga provokator pada peristiwa kericuhan antara massa dengan petugas keamanan semalam. Kericuhan terjadi di sekitar kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat.

“Massa yang tadi (di Bawaslu) sudah terurai pukul 03.00 WIB oleh petugas. Dari insiden itu, Polda Metro Jaya mengamankan 58 orang yang diduga provokator dan saat ini sedang kita dalami,” ujar Iqbal.

Pada saat bersamaan, massa dengan jumlah sekitar 200 orang berkumpul di Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat. Kericuhan kembali terjadi hingga pukul 05.00 WIB. Massa melemparkan batu, molotov, petasan, dan botol ke arah petugas keamanan dan dibalas dengan gas air mata.

“Kami amankan 11 orang dari ratusan massa itu yang diduga provokator. Saat ini sedang didalami di Polda Metro Jaya,” jelas Iqbal.

Terpisah, terkait adanya temuan adanya ambulans berisi batu, dalam grup WhatsApp beredar bahwa ambulan partai politik bergambar logo Partai Gerindra. Di ambulan itu tampak di dalamnya ada batu-batu.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengaku sedang melakukan pengecekan terkait berita itu. Pasalnya sampai saat ini dirinya masih belum mendapatkan detail info.

“Itu di mana ambulan ditemukan. Kita juga masih melakukan pengecekan,” ujar Dasco.

Sementara Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro menegaskan tidak benar pihaknya sengaja menyediakan barang-barang untuk berbuat keonaran, misalnya batu yang ditemukan. “Enggak ada itu. Enggak benar,” kata Nizar.

Nizar menduga, ada oknum-oknum yang sengaja ingin mendeskriditkan Partai Gerindra. Sehingga ia meminta masyarakat jangan mudah percaya hal-hal yang belum terbukti kebenarannya. “Itu mah cuma ada yang mau mendeskriditkan Gerindra saja,” tegasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono, Muhammad Ridwan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads