alexametrics

Meski Ada Aksi 22 Mei, Bawaslu Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

22 Mei 2019, 15:45:37 WIB

JawaPos.com – Ribuan massa peserta aksi 22 masih terus melakukan unjuk rasa untuk menolak hasil pemilihan presiden 2019 di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu), Jakarta, Rabu (22/5) siang. Kendati masih terus diprotes, pimpinan dan pegawai Bawaslu tetap beraktivitas dan berkerja seperti biasa pada hari ini.

Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat mengenai pembahasan penanganan pelanggaran administrasi pemilu. Namun, dirinya tidak menjelaskan lebih lanjut ihwal pelanggaran pemilu yang tengah dibahas oleh Bawaslu.

“Kami masih tetap ke kantor. Kan ada pelanggaran administrasi pemilu (kemarin) ya kan. Itu yang kami sedang ada lakukan diskusi,” kata Fritz ketika dihubungi awak media, Rabu (22/5).

Dia mengatakan, pelanggaran administrasi yang tengah diperiksa oleh Bawaslu tidak hanya pemilihan presiden, akan tetapi pemilihan legislatif 2019. “Itu kan juga harus jadi kewajiban kami untuk diperiksa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fritz menghargai aksi unjuk rasa massa yang dilakukan di depan kantor Bawaslu sejak Selasa (21/5). Menurut Fritz, kebebasan menyatakan pendapat sejatinya telah diatur oleh Undang-Undang (UU).

Namun menurutnya, regulasi juga telah mengatur bagi siapa saja yang keberatan dengan keputusan penyelenggara pemilu dapat mengajukan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebaliknya, dia berharap agar semua pihak dapat menaati regulasi yang berlaku.

“UU telah memberikan jalurnya apabila ada komplain yang diajukan oleh masyarakat. Sebagai bagian dari peserta pemilu ya kita harus patuh kepada komitmen pemilu yang sudah kita sepakati bersama-sama,” pungkasnya.

Gedung Bawaslu, di MH Thamrin, Jakarta, dijaga ketat oleh petugas keamanan dan sejumlah personel polisi, Rabu (22/5).

Sebagaimana diketahui, aksi unjuk rasa penolakan hasil pemilihan presiden yang dilakukan oleh massa yang menamakan ‘Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat’ telah berlangsung sejak Selasa (21/5) kemarin. Ribuan pendukung Prabowo-Sandi tersebut menuntut kejelasan terkait kecurangan pemilu 2019.

Berdasarkan informasi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, korban jiwa dari bentrokan aparat dan unjuk rasa mencapai 6 orang. Sedangkan korban luka-luka sekitar 200 orang. Data tersebut merupakan data terbaru pukul 09.00 WIB.

Korban meninggal dan luka-luka sendiri tersebar di sejumlah rumah sakit. Antara lain Rumah Sakit Pelni, Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Igman Ibrahim

Alur Cerita Berita

Lihat Semua