JawaPos Radar

KPK Perpanjang Pencegahan Enam Saksi Kasus Dugaan Korupsi SKL BLBI

22/05/2018, 21:40 WIB | Editor: Kuswandi
Febri Diansyah
Juru bicara KPK Febri Diansyah saat diwawancarai awak media (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengajukan perpanjangan surat pencegahan ke luar negeri terhadap Ditjen Imigrasi Kemenkumham atas enam orang saksi dari pihak swasta. Tujuan pencegahan ini berkaitan dengan adanya penuntutan perkara kasus dugaan korupsi SKL BLBI yang saat ini sedang atas nama terdakwa mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung.

"Herman Kartadinata Alias Robert Bono dari pihak (swasta) perpanjangan 2 Mei 2018 sampai tanggal 2 november 2018 dan Usup Agus Sayono dari pihak (swasta) perpanjangan 2 Mei 2018 sampai tanggal 2 november 2018," ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah, di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (22/5).

Ada juga, Mulyati Gozali darik pihak swasta yang diperpanjang dari 7 Mei 2018 sampai tanggal 7 November 2018 dan Ferry Lawrentius Hollen, perpanjangan 9 mei 2018 sampai tanggal 9 November 2018. Kemudian, Laura Rahadrja perpanjangan 28 mei 2018 sampai tanggal 28 November 2018. Terakhir, Maria Feronica, perpanjangan 28 mei 2018 sampai tanggal 28 november 2018.

Sebelumnya, KPK menetapkan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsjad Temenggung sebagai tersangka. Tak hanya itu, penyidik juga akhirnya menahan Syafruddin di Rutan KPK pada 21 Desember 2017.

Dalam kasus ini, Syafruddin diduga kuat telah melakukan kongkalikong dalam penerbitan SKL BLBI untuk pemegang saham Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) hingga mengakibatkan kerugian negara sekira Rp4,58 triliun.

‎Atas perbuatannya, Syafruddin Temenggung disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Saat ini kasus yang menjerat Syafruddin tengah bergulir di persidangan.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up