JawaPos Radar

Kasasi Dimas Kanjeng Sang Dukun Pengganda Uang Ditolak MA

Hukumannya Tetap 18 Tahun Penjara

22/05/2018, 14:31 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kasasi Dimas Kanjeng Sang Dukun Pengganda Uang Ditolak MA
MA tolak kasasi Dimas Kanjeng, Sang Dukun Pengganda Uang (Pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com - Dimas Kanjeng, dukun sang pengganda uang kembali menjadi sorotan. Mahkamah Agung (MA) menolak kasasinya. Alhasil dia tetap menjalani hukuman selama 18 tahun penjara.

Selain dari pihak Dimas Kanjeng, kasasi atas vonis kasus pembunuhan Abdul Ghani itu juga diajukan jaksa penuntut umum (JPU). Putusan MA tersebut menguatkan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Krakasan dan putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya yang menjatuhkan vonis untuk dukun pengganda uang tersebut selama 18 tahun.

"Benar sudah diputus, menolak terdakwa dan JPU," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah saat dikonfirmasi, Selasa (22/5).

Putusan kasasi terhadap Dimas Kanjeng termuat dalam informasi perkata yang telah diunggah di situs MA. Dalam situs tersebut tertulis amar putusan untuk perkara nomor 104 K/PID/2018, tolak.

Dalam perkara ini kasasi tersebut diajukan oleh JPU dan terdakwa pembunuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi bin Mustain pada 6 Februari 2018. Putusan dikeluarkan pada 21 Februari 2018. Namun proses keseluruhan hingga putusan belum diunggah seluruhnya ke situs MA.

Tiga majelis Hakim yang mengadili perkara kasasi itu, Margono, Wahidin, dan Andi Ayyub Saleh. Ketua majelis hakim perkara tersebut Andi Ayyub Saleh.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi dikenal publik karena kasus penggadaaan uang. Dia terjerat dua perkara, yakni pembunuhan pengikutnya Abdul Ghani dan kasus penipuan.

Untuk informasi, PN Kraksaan Probolinggo menjatuhkan vonis 18 tahun penjara kepada Dimas Kanjeng pada 1 Agustus 2017 dalam kasus pembunuhan. Sedangkan di kasus penipuan, Dimas Kanjeng dijatuhi vonis dua tahun penjara oleh PN Kraksaan.

Jaksa dan Dimas Kanjeng sama-sama mengajukan banding atas putusan perkara pembunuhan pada 16 Oktober 2017, Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya memutuskan untuk menguatkan vonis Dimas Kanjeng.

Sementara dalam kasus penipuan, Dimas Kanjeng juga mengajukan banding, dan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya menambah hukuman Dimas Kanjeng menjadi tiga tahun penjara. Putusan banding kasus penipuan dikeluarkan pada 29 Januari 2018.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up