JawaPos Radar

DPR Juga Minta Joker Ditangkap

22/04/2016, 20:19 WIB | Editor: admin
DPR Juga Minta Joker Ditangkap
Ilustrasi (dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi III DPR menantang aparat penegak hukum menangkap buron kasus pengalihan tagihan utang (cessie) Bank Bali pada 1999, Djoko Tjandra (Joker). Itu seiring dipulangkannya ‎buron kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono.

"Kami berharap tidak berhenti sampai di Samadikun. Tapi mereka yang telah jadi tersangka dan divonis sebagai pelaku kejahatan diburu tanpa henti," ujar Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/4).‎

Pemerintah diminta fokus menuntaskan kasus-kasus korupsi yang pelakunya melarikan diri, termasuk kasus Bank Bali. Pasalnya, Joker dianggap masih mengontrol sejumlah bisnisnya yang ada di Indonesia. ‎

"Karena sejumlah perusahaan besar di Indonesia masih dijalankan mereka dari luar negeri," ungkap Politisi Partai Nasdem itu.

Joker‎ identik dengan Grup Mulia yang memiliki bisnis inti properti. Pada 1990, Joker menjadi komandan utama pada kepemilikan properti perkantoran seperti Five Pillars Office Park, Lippo Life Building, Kuningan Tower, BRI II, dan Mulia Center.

Grup Mulia sendiri menaungi sebanyak 41 anak perusahaan di dalam dan luar negeri. Selain properti, pada 1998, grup yang memiliki aset Rp11,5 triliun merambah sektor keramik, metal, dan gelas.

‎Diketahui, Joker melarikan diri dari Indonesia sejak 2009 lalu. Kala itu, Joker pergi menggunakan pesawat dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Port Moresby, Papua Nugini, sehari sebelum Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan peninjauan kembali (PK) kasusnya.

MA memutuskan ia bersalah dalam kasus cessie Bank Bali. Joker dikenakan hukuman dua tahun penjara serta membayar denda senilai Rp 15 juta. Seluruh hartanya di Bank Bali senilai Rp 54 miliar juga di‎sita.

Kendati telah diidentifikasi berada di Papua Nugini, pemerintah Indonesia belum bisa menarik Joko untuk diselkan. Sebab, Indonesia tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Papua Nugini. (dna/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up