alexametrics

Rommy: Saya Salah Satu Most Wanted, Follower Terbesar di Medsos

22 Maret 2019, 14:43:37 WIB

JawaPos.com – Mantan ketua umum PPP Romahurmuziy mengaku akan buka-bukaan terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Namun, Rommy kembali menegaskan, posisinya sebagai anggota DPR di Komisi Keuangan tidak berwenang mengatur posisi orang di kementerian. 

“Saya juga sekali lagi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader PPP. Apa yang saya lakukan tidak ada urusannya dengan PPP,” kata Rommy di KPK, Jumat (22/3).

Rommy lantas bicara soal posisi sentral dirinya saat menjabat Ketum PPP yang menjadi salah satu ‘most wanted’.

“Tetapi tentu apa yang saya lakukan ini, salah satunya karena posisi saya yang memang salah satu most wanted (diincar). Kira-kira kalau kemudian dilakukan operasi, dipilih ketua umum dengan follower terbesar di medsos, begitu lah kira-kira,” imbuhnya.

Selain itu, dia mengaku tidak masalah  partainya tidak memberikan bantuan hukum dalam mengahadapi perkara ini. Sebab, menurut Rommy terbelitnya dalam perkara ini bukan kapasitasnya sebagai ketua umum PPP melainkan persoalan pribadi.

“Apa yang saya hadapi ini bukan urusan PPP, yang saya hadapi adalah urusan pribadi. Tentu sudah pada tempatnya kalau PPP tidak memberi bantuan hukum. Karena ini memang bukan, saya dalam kapasitas saya sebagai ketua umum,” jelasnya.

Dalam perkara ini KPK menetapkan tiga orang tersangka yaitu Anggota DPR RI, Romahurmuziy atau Rommy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK menduga Rommy bersama-sama dengan pihak Kemenag menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan tinggi di Kemenag. Romy diduga telah menerima uang Rp 300 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Uang suap itu maksudnya agar Romy dapat mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama.

Atas perbuatannya Romy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Intan Piliang

Rommy: Saya Salah Satu Most Wanted, Follower Terbesar di Medsos