alexametrics

Rommy Bersikukuh Hanya jadi Perantara ‘Aspirasi’ ke Kemenag

22 Maret 2019, 16:37:59 WIB

JawaPos.com – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy mengaku hanya meneruskan ‘aspirasi’ mengenai pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI (Kemenag). Hal itu, disampaikan Rommy di sela-sela pemeriksaan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus yang melilitnya.

“Saya prihatin terhadap berita yang berkembang seolah ada jual-beli jabatan. Tidak sama sekali bisa dibenarkan (jual-beli), karena memang saya hanya meneruskan aspirasi sebagai anggota DPR, sebagai ketua umum partai pada saat itu,” kata Rommy, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3).

Menurutnya, banyak pihak yang menganggap dirinya sebagai orang yang bisa meyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak-pihak yang memang memiliki kewenangan.

“Bukan hanya di Kementerian Agama, tentunya di lingkungan yang lain pun kalau menyampaikan kan biasa. Anda misalnya promosi jadi pemred pasti kan ditanya dulu referensinya siapa. Itu kan hal biasa di masyarakat kita. Tetapi kan proses seleksinya kan tetap mengikuti koridor,” ujar Rommy.

Dia pun mencontohkan soal jabatan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur. KPK juga telah menetapkan Haris sebagai tersangka dalam kasus suap itu.

“Misalnya seperti yang dilakukan oleh saudara Haris Hasanuddin, yang sekarang juga menjadi persoalan. Apa yang saya terima adalah referensi dari orang-orang, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama yang sangat-sangat “qualified” dan itu tentu menjadikan saya memiliki dukungan moral kan. Oh, ternyata orang ini direkomendasikan orang-orang berkualitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia pun menyampaikan kepada pihak-pihak yang berkompeten soal rekomendasi Haris untuk menjadi Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur tersebut. Poses seleksi pun, kata dia tetap berjalan secara profesional.

“Jadi, kemudian saya sampaikan itu kepada pihak-pihak yang berkompeten, tidak kemudian menghilangkan proses seleksinya. Proses seleksinya itu tidak sama sekali saya intervensi, proses seleksinya itu dilakukan oleh sebuah panitia seleksi yang sangat profesional. Semuanya adalah guru-guru besar dari lingkungan Universitas Islam Negeri se-Indonesia,” jelas dia.

Soal rekomendasi Haris ini, Rommy pun mengaku menerima aspirasi dari Kiai Asep Saifuddin Halim. “Memang dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang kiai, Kiai Asep Saifuddin Halim yang dia adalah seorang pimpinan ponpes besar di sana,” ungkap Rommy.

Kemudian, selain Asep, dia juga mengaku mendengarkan aspirasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Kemudian Ibu Khofifah indar Parawansa, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan, ‘Mas Rommy, percayalah dengan Haris karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus.’ Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu beliau mengatakan: Kalau Mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan pemprov itu lebih baik.”

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

Rommy Bersikukuh Hanya jadi Perantara 'Aspirasi' ke Kemenag