alexametrics

Rommy akan Buka-bukaan Terkait Dugaan Jual-beli Jabatan di Kemenag

22 Maret 2019, 12:33:34 WIB

JawaPos.com – Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy mengaku siap diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan yang akan dijalani oleh Rommy terkait kasus dugaan suap pengisian jabatan di kementerian agama (kemenag).

Anggota DPR RI Komisi XI ini mengaku akan bersikap kooperatif kepada penyidik. “Saya kooperatif, agar mereka (penyidik) mendapat perspektif yang terang dan tidak ada yang ditutup-tutupi dan mereka juga akan mudah untuk segera menyelesaikan pemberkasan kasus,” kata Rommy di gedung merah putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/3).

Namun, dia enggan menjawab ketika disinggung mengenai uang suap yang diterima sebesar Rp 300 juta terkait pengisian jabatan tersebut. Sebab, dia akan mengungkapkan langsung pada penyidik KPK.

“Itu masuk perkara yang nanti akan saya jelaskan pada penyidik. Apa yang saya sampaikan kan akan digunakan sebagai materi,” tukasnya.

Selain itu, saat ditanya soal keterlibatan pihak lain yang akan diungkap Rommy, dia menolak menjawab. “Begini saya akan menjawab hal-hal yang terkait dengan materi perkara tentu kepada penyidik, itu masuk materi perkara,” pungkas Rommy.

Dalam perkara ini KPK menetapkan tiga orang tersangka yaitu anggota DPR RI Romahurmuziy atau Rommy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK menduga Rommy bersama-sama dengan pihak Kemenag menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan tinggi di Kemenag. Romy diduga telah menerima uang Rp 300 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Uang suap itu maksudnya agar Romy dapat mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Atas perbuatannya Romy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Rommy akan Buka-bukaan Terkait Dugaan Jual-beli Jabatan di Kemenag