alexametrics

KPK Bantah Rupiah dan Dolar yang Disita Uang Honor Menag Lukman

22 Maret 2019, 01:21:49 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan fakta terbaru terkait perkembangan perkara yang membelit eks ketua umum PPP Romahurmuziy. Lembaga antirasuah itu membantah uang yang mereka sita dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) merupakan uang honorarium milik Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Seperti diketahui, uang tersebut disita tim penyidik KPK dari laci meja kerja Menag Lukman saar penggeledahan yang digelar Senin (18/3). Ada pun jumlah yang berhasil teridentifikasi senilai Rp 180 juta dan USD 30 ribu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, pihaknya memang menemukan uang honorarium tersebut saat menggeledah ruang kerja Menag Lukman. Namun, uang itu ditemukan terpisah dari dana yang disita KPK.

“Kami sebenarnya juga menemukan uang-uang yang lain di ruang Menteri Agama pada saat itu. Dari informasi yang ada di sana, itu merupakan uang honorarium,” ujar Febri ketika dikonfirmasi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/3).

Uang honor tersebut, dikatakan Febri, disimpan di dalam sebuah amplop. Dia pun memastikan pihaknya telah mengidentifikasi uang tersebut sebagai honor Menag Lukman. Maka dari itu, ia menyatakan, uang tersebut tidak disita saat penggeledahan terjadi.

“Jadi sejak awal tim KPK sudah memisahkan mana uang dalam amplop yang merupakan honor dan mana yang bukan. Tentu kami tinggalkan dan tidak dibawa,” tukasnya.

Kendati demikian, lanjut Febri, tim penyidik pasti akan melakukan proses verifikasi terkait jumlah dana yang berhasil disita penyidik. “Tentu akan kami tanya pada saat pemeriksaan atau pada kegiatan-kegiatan selama proses penyidikan,” tegasnya.

Febri pun mengaku tidak bisa memastikan jumlah persis uang honor yang ditemukan ketika penggeledahan. “Karena itu honor tentu tidak kami hitung,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thofami menyebut uang ratusan juta rupiah yang disita KPK dari ruangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin merupakan honor menteri. PPP yakin Lukman tidak berkaitan dengan perkara dugaan suap jual-beli jabatan di Kemenag.

“Yakin (tidak berkaitan). Pak Menteri Lukman kan terkenal bersih, ya,” kata Arwani Thomafi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/3).

Arwani menjelaskan, uang tersebut diterima Menag Lukman sebagai honor saat menghadiri sebuah acara. Informasi penerimaan honor tersebut pun, dikatakan Arwani, telah disampaikan kepada DPP PPP.

“Menteri kunjungan ke mana kan ada honornya, ada sebagai pembicara narasumber, itu kan ada honornya semua,” paparnya.

“Kalau punya uang ratusan langsung diasumsikan terus itu uang korupsi, ya, nggak bisa dong,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka. Selain Rommy, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Yaitu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengatakan, Rommy diduga menerima uang sebesar Rp 250 juta dari Haris Hasanuddin dan Rp 50 juta dari Muhammad Muafaq Wirahadi. Uang tersebut diduga diserahkan untuk pengurusan proses seleksi keduanya dalam seleksi jabatan di Kemenag. 

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima, Rommy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

KPK Bantah Rupiah dan Dolar yang Disita Uang Honor Menag Lukman