alexametrics

Cerita Rommy setelah Jadi Tersangka Suap dan “Menginap” di Rutan KPK

22 Maret 2019, 11:23:30 WIB

JawaPos.com – Akhirnya mantan ketua mmum PPP Romahurmuziy menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Semenjak menjadi tersangka, pria yang biasa disapa Rommy itu memang sudah pindah “rumah” ke rutan KPK. Selama mendekam di tahanan KPK, anggota Komisi XI DPR itu menceritakan pengalaman barunya.

Dia mengaku beberapa hari belakangan kondisi kesehatannya menurun. Untuk itu Rommy meminta ke pihak KPK agar diizinkan untuk berobat di luar. Sayangnya permintaannya itu tidak dikabulkan.

“Memang saya sudah dua kali meminta kepada KPK untuk bisa berobat di luar tetapi belum diberi hingga sekarang. Dokter di sini tidak dalam posisi mampu makanya saya minta keluar,” ujar Rommy saat setiba di lobi gedung KPK, Jumat (22/3).

Cerita Rommy setelah Jadi Tersangka Suap dan “Menginap” di Rutan KPK
Kebersamaan Romahurmuziy dengan Presiden Jokowi, jauh sebelum kena OTT KPK. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Terkait selama di dalam rumah tahanan, Rommy menghabiskan waktu untuk membaca bukku yang pernah ditulis. “Saya membunuh waktu dengan membaca buku,” tukas pria yang menggenakan rompi oranye dan kemeja batik itu.

Hari ini Rommy menjalani pemeriksaan perdana. Pemeriksaan itu merupakan penundaan atas jadwal sebelumnya, Kamis (21/3). Batalnya dia diperiksa kemarin karena mengalami sakit dan harus diperiksa ke dokter yang di luar KPK.

Kini Rommy bersama dua orang pejabat Kemenag tengah menyandang status baru, yakni sebagai tersangka. Dia tersangkut kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Rommy diduga telah menerima uang Rp 300 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Uang suap itu diharapkan sebagai pemulus agar Rommy dapat mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag.

Atas perbuatannya Rommy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

Cerita Rommy setelah Jadi Tersangka Suap dan "Menginap" di Rutan KPK