JawaPos Radar

Tanam Tembakau Gorila di Bali, Krisna Diciduk Bareskrim

22/03/2018, 11:19 WIB | Editor: Ilham Safutra
Tanam Tembakau Gorila di Bali, Krisna Diciduk Bareskrim
Penyidik Bareskrim meringkus produsen tembakau gorila. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Publik sempat dihebohkan dengan peredaran tembakau gorila pada 2016 silam. Kini tembakau terlarang itu kembali ditemukan oleh aparat kepolisian. Bahkan diproduksi dengan skala besar saat meringkus dua orang produsennya.

Keduanya dibekuk oleh Timsus Subdit I Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Bali yang dipimpin langsung AKBP Dody Suryadin beserta tim Bea Cukai Soetta.

"Barang bukti tersebut narkotika jenis cannabinoid sintetis dalam bentuk serbuk berwarna putih kekuning-kuningan," ujar Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto dalam pesan singkatnya, Kamis (22/3).

Penangkapan produsen tembakau gorila itu bermula pada Senin, (19/3). Ketika Timsus Subdit I Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri mendapat informasi dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Tangerang bahwa ada pengiriman barang dari FEDEX diduga berisi narkotika syntethic cannabinoid, dalam bentuk serbuk 5-Flouro ADB. Paket itu seberat 500 gram dan ditujukan kepada Michael Ardana di Jl. Pemuda III No. 23 Renon Denpasar Bali.

"Kemudian dari hasil pemeriksaan awal Labfor Mabes Polri, serbuk warna kecoklatan berlogo, positif mengandung cannabinoid sintetis," jelas Eko.

Setelah dilakukan penyelidikan, tim menangkap salah seorang tersangka bernama Krisna Andika Putra di depan Hotel Adelia, Renon, Denpasar, Bali pada Selasa, (20/3), pukul 16.30 WIB. Polisi pun melanjutkan penggeledahan di rumah tersangka di Jalan Tunjung Sari Perum Pesona Paramita 2, Denpasar, Bali. "Ditemukan home industri serta bahan-bahan pembuatan ganja sintetis tersebut," tutur Eko.

Kemudian, polisi juga meringkus Anak Agung Ekananda yang juga turut serta memproduksi cababiniof sintetis yang akan dicamput campuran 5- flouro ADB dengan tembakau. Dia ditangkap di Jalan Setia Budi/48 DPS Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Adapun sindikat ini mengunakan modus mendistribusikan cannabinoid sintesis dalam bentuk serbuk. Serbuk tersebut berasal dari Tiongkok yang dikirim ke Bali untuk kemudian digunakan sebagai bahan campuran tembakau. "Baru didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia dengan cara online store via BBM, Line dan Instagram," tukas Eko.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up