JawaPos Radar

Ini Bahaya Ganja Sintetis Bagi Tubuh Manusia

22/03/2018, 13:00 WIB | Editor: Kuswandi
Ganja Sintetis
Warga Kampung Cidadak menemukan 2 buah karung yang ternyata berisi 11 paket besar narkoba tembako sintetis bermerek dagang ghanesa, Minggu (29/1). (Kelik/Radar Bogor/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Cannabinoid sintetis atau ganja sintetis kembali ditemukan di Bali. Kali ini dalam bentuk serbuk dengan senyawa 5-fluoro-ADB (Methyl (R)-2-[1-(5-fluoropentyl)-1H- indazole-3 carboxamido]-3,3- dimethylbutanoate) yang akan dicampur dengan tembakau.

Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto menuturkan, 5F-ADB disebut-sebut sebagai salah satu senyawa cannabinoid sintetis yang paling berbahaya. Pada akhir tahun 2014, ditemukan 11 kasus kematian terkait zat ini, 10 diantaranya terjadi di Jepang.

Warga Jepang yang tewas salah satunya karena mengonsumsi rokok dari kemasan herbal 'GM Sapphire' yang mengandung 5F-ADB dan MAB-CHMINACA karena asfiksia setelah mengalami aspirasi selama muntah.

"Keduanya merupakan senyawa sintetik cannabinioid dan bekerja secara sinergi meningkatkan efek toksik sintetik cannabinoid pada pasien, sehingga menyebabkan kematian dalam waktu singkat," jelas Eko dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (22/3).

Pada analisis jaringan tubuh post-mortem jenazah tersebut, 5F-ADB ditemukan pada dosis yang sangat rendah (1.17–7.95 ng/g) sehingga termasuk senyawa yang sangat poten. Oleh sebab itulah, 5F-ADB dikatakan lebih toksik daripada senyawa cannabinoid sintetik yang ditemukan sebelumnya.

Di Indonesia sendiri, ganja sintetis dideteksi pertama kali oleh Balai Lab Narkoba BNN dalam bentuk kemasan serbuk berwarna putih pada Oktober 2016. Namun pada Januari 2017 ternyata telah ditemukan dalam campuran tembakau dengan kemasan jual bernama tembakau 'Ganesha'.

Penggunaaan senyawa ini diketahui dapat menyebabkan beberapa gejala. Seperti, asfiksia (gagal nafas), sianosis (kebiruan pada kulit), depresi, diare, dizziness (pusing), drowsiness (mengantuk), excitement (kesenangan), mual, muntah, ruam. "Hingga kematian," pungkas Eko.

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri mengungkap peredaran narkoba golongan I narkotika jenis cannabinoid sintetis dalam bentuk serbuk berwarna putih kekuning-kuningan.

Kejadian ini bermula pada Senin, (19/3), Timsus Subdit I Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri mendapat informasi dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Tangerang bahwa ada pengiriman barang dari FEDEX diduga berisi narkotika syntethic cannabinoid, dalam bentuk serbuk 5-Flouro ADB. Paket itu seberat 500 gram dan ditujukan kepada Michael Ardana di Jl. Pemuda III No. 23 Renon Denpasar Bali.

Kemudian dari hasil pemeriksaan awal Labfor Mabes Polri, serbuk tersebut positif mengandung cannabinoid sintetis. Setelah dilakukan penyelidikan, tim menangkap salah seorang tersangka bernama Krisna Andika Putra di depan hotel Adelia, Renon, Denpasar, Bali pada Selasa, (20/3), pukul 16.30 WIB. Polisi pun melanjutkan penggeledahan di rumah tersangka di Jalan Tunjung Sari Perum Pesona Paramita 2 Denpasar Bali.

Ditemukan home industri serta bahan-bahan pembuatan ganja sintetis tersebut. Selanjutnya, polisi juga meringkus Anak Agung Ekananda yang juga turut serta memproduki cababiniod sintetis yang akan dicamput campuran 5- flouro ADB dengan tembakau. Dia ditangkap di Jalan Setia Budi/48DPS Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up