alexametrics

KPK Cecar Sekda Jogja Soal Penyimpangan Pembangunan Mandala Krida

22 Februari 2021, 23:16:59 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pembangunan stadion Mandala Krida APBD Tahun Anggaran 2016-2017 di pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta. Penyidik KPK memeriksa lima saksi untuk mendalami dugaan korupsi kasus tersebut.

Kelima orang saksi yang diperiksa antara lain, Kadarmanta Baskara Aji selaku Sekda Jogjakarta; Gutik Lestarna selaku pegawai negeri sipil (PNS)

Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Sekretariat Daerah Jogjakarta; Eka Yulianta selaku Kepala Studio PT Arsigraphi; Paidi selaku DIREKTUR III CV Reka Kusuma Buana dan Eka Edi Zuhaidi selaku Direktur PT Eka Madra Sentosa. Mereka diperiksa di kantor Polres Sleman.

Sementara itu, Hendrik Gosal selaku Direktur Utama PT Cipta Baja Trimatra. Dia diperiksa di Gedung Merah Putih KPK. ’’Para saksi di dalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh para subkontraktor yang mengerjakan pembangunan stadion Mandala Krida APBD Tahun Anggaran 2016–2017 di pemerintah Provinsi Jogjakarta,’’ kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (22/2).

Sedangkan dua saksi lainnya yakni, Komisaris PT. Bimapatria Pradanaraya Bima Setyawan dan seorang bernama Agus Setijadi tidak memenuhi panggilan KPK. Keduanya akan dijadwalkan ulang. ’’Yang bersangkutan mengkonfirmasi untuk dilakukan penjadwalan ulang,’’ ucap Ali.

Tim penyidik KPK pada Rabu (17/2) juga telah menggeledah dua lokasi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida, Jogjakarta yang diduga menggunakan APBD 2016–2017. Penggeledahan itu dilakukan di Kantor Badan Pemuda dan Olahraga Jogjakarta dan Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga Jogjakarta.

KPK mengakui tengah mengusut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan stadion Mandala Krida Jogjakarta pada APBD tahun anggaran 2016-2017. Penanganan kasus ini sudah pada tahap penyidikan.

KPK tak memungkiri ada seorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun pengumuman dan penetapan tersangka akan dilakukan bersamaan dengan upaya penangkapan atau penahanan para tersangka. Dia memastikan, pada waktunya lembaga antirasuah akan mengumumkannya ke publik. ’’Setiap perkembangan perkara ini pasti akan kami sampaikan kepada publik secara transparan dan akuntabel sebagimana amanat UU KPK,’’ pungkas Ali. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Muhammad Ridwan




Close Ads