JawaPos Radar | Iklan Jitu

Diputus Bersalah oleh Dewan Pers, Ini Tanggapan Pemred Koran Indopos

22 Februari 2019, 22:22:36 WIB
Diputus Bersalah oleh Dewan Pers, Ini Tanggapan Pemred Koran Indopos
Koran Indopos diputus bersalah oleh Dewan Pers lantaran diduga memuat hoaks, yakni artikel 'Ahok Gantikan Ma'ruf Amin?' (Instagram @basukibtp)
Share this

JawaPos.com - Dewan Pers memutus bersalah Koran Indopos karena salah satu artikel berjudul Ahok Gantikan Ma'ruf Amin?. Koran Indopos diminta untuk memuat hak jawab, meminta maaf kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, serta mengakui berita sebelumnya adalah hoaks.

Pemimpin Redaksi Koran Indopos Juni Armanto mengatakan akan menjalankan hal yang sudah diputus oleh Dewan Pers. Yakni, meminta maaf ke TKN lewat pemberitaan, kemudian menempelkan label hoaks di artikel Ahok Gantikan Ma'ruf Amin?.

"Ya, Indopos harus memuat hak jawab. Kemudian nanti di halaman yang sama dengan space atau ukuran yang sama, kami juga sediakan seperti itu. Termasuk dengan online. Jadi, ya kami jalankan," ujar Juni saat dihubungi, Jumat (22/2).

‎"Ini sebenarnya kami juga bingung. Kemarin kan laporannya di cetak. Ya gitu aja sih. Tapi ternyata di online. Tapi enggak apa-apa sih. Kan nanti jadi satu paket aja. Kami ikuti keputusan Dewan Pers," tukasnya.

Sementara wartawan yang menulis itu, Juni mengaku akan memberikan sanksi. Misalnya memberi surat peringatan atau teguran karena sampai bisa memberitakan hal tersebut.

"Ya sesuai organisasi ya kami berikan sanksi. Menjalankan roda organisasi karena ini menjadi permasalahan, kami berikan peringatan aja, surat peringatan. Itu saja," katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, Koran Indopos bersalah lantaran menyiarkan kabar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggantikan Ma'ruf Amin yang belum terbukti kebenarannya.

"Jadi, itu patut ‎diduga hoaks, tapi kemudian dimuat. Jadi, kita anggap memang Indopos melakukan pelanggaran," ujar Yosep saat dikonfirmasi, Jumat (22/2).

Yosep menambahkan, berita itu memang sudah dibantah oleh Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Ace Hasan Syadzily dan fungsionaris PDIP Eva Kusuma Sundari. Namun, lanjutnya, meski sudah dibantah, artikel Ahok menggantikan Ma'ruf Amin tetap dimuat oleh Indopos.

"Mereka sudah konfirmasi dan ada bantahannya. Tapi ini beritanya masih dimuat lengkap dengan infografisnya," katanya.

Atas dasar itu, sebagai sanksinya Koran Indopos perlu meminta maaf kepada TKN Jokowi-Ma'ruf Amin. Termasuk memuat pengakuan bahwa artikel berjudul Ahok Gantikan Ma'ruf Amin? adalah hoaks.

"Sehingga kami merekomendasikan adalah meminta maaf kepada Tim Jokowi-Ma'ruf Amin. Kemudian di infografis ditempel stempel merah dengan tulisan hoaks dan diterbitkan, sambil memuat hak jawab," ungkapnya.

Terpisah, Direktur Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Ade Irfan Pulungan mengaku senang karena Koran Indopos dinyatakan bersalah. "Jadi, kami sangat mengapresiasi keputusan Dewan Pers ini karena kami tidak ingin berita fitnah itu diberitakan oleh teman-teman media," katanya.

Menurut Pulungan, wartawan adalah salah satu pilar demokrasi di Indonesia. Sehingga harus mengedepankan independensi dan menjunjung tinggi kebenaran.

"Jadi dalam waktu dekat ini kami akan sampaikan hak jawab tentang pemberitaan yang mereka lakukan pada 13 Februari lalu, dan mereka mengakui hoaks. Sehingga bisa mengakui kesalahan mereka," ungkapnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Gunawan Wibisono
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini