JawaPos Radar

Sekjen KemenPUPR Diperiksa KPK Terkait Kasus DWP

22/02/2016, 10:40 WIB | Editor: Ilham Safutra
Sekjen KemenPUPR Diperiksa KPK Terkait Kasus DWP
Politikus PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti, salah seorang tersangka dalam kasus suap proyek KemenPUPR di KPK (dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami perkara dugaan suap terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) tahun anggaran 2016.

Hari ini (22/2), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekjen Kementerian PUPR, Taufik Widjodjono, sebagai saksi dalam kasus yang menjerat Anggota Komisi V DPR F-PDI Perjuangan, Damayanti Wisnu Putranti.

"Sekjen KemenPUPR akan diperiksa untuk tersangka AKH (Abdul Khoir)," kata Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (22/2).

Selain itu, penyidik memanggil Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Pekerjaan Umum A Hasanuddin. Seperti diketahui, KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap terkait proyek pembangunan jalan di KemenPUPR tahun 2016. Mereka adalah Direktur PT Windu Tunggal Utama (WTU) Abdul Khoir sebagai tersangka pemberi suap. Serta, politikus PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti dua stafnya Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini sebagai penerima suap.

Damayanti diduga menerima suap sebesar SGD99 ribu dari Abdul Khoir melalui anak buahnya, Dessy dan Julia. Tujuannya, untuk memuluskan proyek pembangunan jalan di Pulau Seram Maluku milik BBPJN IX. Disebutkan, komitmen fee dari proyek tersebut adalah SGD404.000.

Belakangan, KPK turut memeriksa sejumlah anggota komisi V DPR sebagai saksi. Di antaranya, Budi Suprianto, Andi Taufan Tiro, Musa Zainuddin, dan Fauzih H Amroh. Mereka diduga dikonfirmasi soal uang panas Damayanti yang juga mengalir ke komisi bidang pekerjaan umum tersebut. (put/jpg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up