alexametrics

KY Sebut Jatim Daerah Terbanyak Aduan Pelanggaran Etik Hakim

22 Januari 2022, 11:22:44 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung (MA) menurunkan tim ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Lima anggota bawas menemui Ketua PN Surabaya Joni. Pertemuan itu dilakukan untuk mengklarifikasi penangkapan hakim Itong Isnaeni Hidayat dan panitera pengganti Moh. Hamdan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Aswan Nurcahyo, hakim tinggi pengawas Bawas MA, tidak membantah agenda kunjungan tersebut. Namun, dia hanya menjawab diplomatis terkait dengan detail pemeriksaan. ”Ya terkait, Bapak Kepala Bawas menurunkan tim. Ya, pemeriksaan itu lah. Pokoknya menyeluruh. Ya, sesuai dengan apa yang disampaikan dalam konpres, bawas akan menurunkan tim,” kata Aswan di PN Surabaya kemarin (21/1).

Sebelumnya, Plt Kepala Bawas MA Dwiarso Budi Santiarto menjelaskan bahwa pihaknya mengirim tim ke PN Surabaya. Tujuannya, memeriksa dan memastikan ketua dan panitera PN Surabaya telah mengawasi dan membina kedua bawahannya sesuai dengan aturan atau tidak.

Dwiarso juga memastikan bahwa Itong dan Hamdan telah dinonaktifkan sementara. Surat keputusan itu telah ditandatangani ketua MA. ”Dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, yang bersangkutan telah diberhentikan sementara,” tuturnya kemarin dini hari.

Komisioner Bidang Pengawasan Perilaku Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial (KY) Joko Sasmito menyampaikan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik yang mungkin dilakukan Itong dalam penanganan perkara di PN Surabaya. Dengan penetapan Itong sebagai tersangka, muncul dugaan pelanggaran tersebut.

Joko menyebut Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan aduan terbanyak dari masyarakat soal dugaan pelanggaran etik hakim. ”Pada 2020 itu, ada 150 laporan,” ujarnya. Jatim berada di posisi kedua di bawah DKI Jakarta. Namun, Joko tidak memerinci lebih lanjut kasus dari setiap daerah tersebut.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : gas/mia/c14/bay

Saksikan video menarik berikut ini: