alexametrics

Menkumham Imbau Tak Perlu Ada Penyambutan Berlebihan untuk Ahok

22 Januari 2019, 22:10:43 WIB

JawaPos.com – Mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menghirup udara bebas pada Kamis (24/1) mendatang. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly menjelaskan prosedur administrasi pembebasan Ahok dilakukan di Lapas Cipinang. Namun, pembebasannya dilakukan di Mako Brimob.

“Prosedur administrasinya diselesaikan di (Lapas) Cipinang, nanti pembebasannya di Mako (Brimob). Itu ya sudah keluar ya,” kata Yasonna di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

Kendati demikian, Yasonna belum bisa memastikan pukul berapa Ahok akan keluar dari Mako Brimob. Yasonna hanya memastikan pembebasan tersebut dilakukan saat jam kerja.

“Kan dibilang jam kerja. Ya itu tunggu. Tunggu saja kalau mau lihat,” ucapnya.

Yasonna mengimbau untuk tidak ada penyambutan yang berlebihan saat Ahok keluar penjara. Dia menilai, merupakan hal yang biasa jika seorang narapidana yang telah menyelesaikan masa hukumannya keluar dari lapas.

“Saya mau janganlah dibesar-besarkan. Biasa saja orang keluar dari Lapas dari menyelesaikan masa tahanannya. Biasa ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun penjara terhadap Ahok atas perkara penodaan agama pada 9 Mei 2017 lalu. Ahok selama ini tidak pernah mengambil pembebasan bersyarat meski telah memenuhi persyaratan.

Dengan demikian, pada 24 Januari 2019, mantan Bupati Belitung Timur itu akan menghirup udara bebas dengan status bebas murni.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Menkumham Imbau Tak Perlu Ada Penyambutan Berlebihan untuk Ahok