alexametrics

Kasus Ba’asyir Dianggap Mainan Politik, Kubu Jokowi Bilang Begini

22 Januari 2019, 16:55:26 WIB

JawaPos.com – Wacana pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir dianggap hanya sebagai mainan politik. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga menyebut perkara ini merupakan bagian dari manuver politik petahana, Joko Widodo (Jokowi) untuk menarik suara kelompok Islam di pilpres 2019.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani menilai wajar jika seorang politikus seperti Fadli menilai pembebasan Ba’asyir bagian dari mainan politik. Bahkan apapun keputusan Jokowi, juga akan dianggap demikian oleh Fadli.

“Ya itu kalau pemain politik melihat itu mainan politiik, apapun. Sekarang misalnya Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mengajukan permohonan (pembebasan, Red) itu kemudian tidak direspons oleh Presiden juga akan menjadi mainan politik,” ujar Arsul di komplek DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (22/1).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyadari tidak semua keputusan pemerintah bisa terima oleh seluruh pihak. Pasti akan ada pihak yang mendukung, ada pula pihak yang menentang. Termasuk dalam rencana pembebasan Ba’asyir.

“Memang kan tugas pemerintah memberikan putusannya. Dan apapun putusannya itu pasti akan menimbulkan pro-kontra. Nggak ada satu putusan, apakah kemudian benar-benar diberikan atau tidak jadi (dibebaskan, Red), pasti akan menimbulkan kontroversi,” jelasnya.

Di sisi lain, terkait kabar Ba’asyir menolak menandatangani janji setia kepada Pancasila juga harus dijelaskan oleh Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara yang berhubungan langsung dengan terpidana yang bersangkutan. Supaya tidak terjadi spekulasi di ruang publik.

“Ini yang saya harus di-clear-kan oleh Pak Yusril, karena yang berkomunikasi dia, saya tidak ingin berkomentar atas hal yang belum jelas duduk halnya apa,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Kasus Ba'asyir Dianggap Mainan Politik, Kubu Jokowi Bilang Begini