alexametrics

Rajin Temui Novanto, Charles Ngaku Biar Nggak Dipersulit Garap e-KTP

22 Januari 2018, 17:04:45 WIB

JawaPos.com – Mantan Country Manager HP Enterprise Services, Charles Sutanto Ekapradja mengaku pernah tiga kali bertemu Setya Novanto. Tujuannya, agar rencana pengerjaan proyek e-KTP tidak dipersulit. 

“Iya, tujuan saya bertemu untuk mencari blessing,” ujar Charles saat menjadi saksi Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/1).  

Diketahui, seperti ada di penggalan berita acara (BAP) yang dibacakan JPU KPK di persidangan Novanto, Charles mengatakan, dia perlu meminta restu dari orang-orang penting yang punya pengaruh dalam proyek e-KTP. 

Mantan Country Manager HP Enterprise Services, Charles Sutanto Ekapradja
Mantan Country Manager HP Enterprise Services, Charles Sutanto Ekapradja. (rmol/Jawapos)

Hal ini karena Charles khawatir, tanpa meminta restu tersebut, dia akan dipersulit mendapatkan pekerjaan di proyek e-KTP.

“Pernah kejadian seperti itu, dipersulit,” tambah Charles saat bersaksi di depan Novanto. 

Namun dia menegaskan, perusahaan HP Enterprise Services tidak pernah memberikan imbalan atau kontribusi apa pun kepada orang-orang berpengaruh itu. Termasuk kepada Setya Novanto.

Apalagi kesepakatan HP Enterprise Services dan PT Biomorf Lone gagal dalam pengadaan perangkat lunak dalam proyek tersebut. “Nggak dapat. Tidak jadi kesepakatan harga dengan perusahaan Pak Marliem,” pungkasnya.

Adapun Charles kala itu, bekerja sebagai Country Manager HP Enterprise Services. Pada 2010, perusahaannya dikabarkan menjalin kerja sama dengan PT Biomorf Lone LLC milik Johannes Marliem dalam proyek pembuatan identitas berbasis elektronik di Indonesia. 

Namun Charles memastikan kebenaran proyek itu langsung ke Indonesia. Melalui rekannya, Made Oka Masagung, dia bertemu beberapa kali dengan Novanto. 

Pertemuan pertama terjadi di kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII No. 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kedua, di Gedung di DPR, tepatnya di ruang rapat Fraksi Partai Golkar. Terkahir di kediaman Novanto pada malam hari. 

Sekadar informasi, Novanto sebelumnya didakwa secara langsung atau tidak langsung mengintervensi proses penganggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam proyek e-KTP tahun 2011-2013 saat mejadi Ketua Fraksi Partai Golkar. 

Novanto bersama-sama dengan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, diduga mengatur proses penganggaran di DPR. Selain itu, mengintervensi proses pengadaan barang dan jasa dalam proyek.

Dia juga didakwa telah memperkaya diri sendiri sebesar USD 7,3 juta. Kemudian, memperkaya orang lain dan korporasi, serta merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (dna/ce1/JPC)

Rajin Temui Novanto, Charles Ngaku Biar Nggak Dipersulit Garap e-KTP