alexametrics

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Tulungagung

21 November 2020, 06:19:34 WIB

JawaPos.com–Aparat Kepolisian Resort Tulungagung menangkap seorang pria yang diduga pelaku pembunuhan ibu rumah tangga di wilayah Kecamatan Bandung, Tulungagung, Jawa Timur.

Kapolsek Bandung AKP Alpho Gohan seperti dilansir dari Antara di Tulungagung mengatakan, dari hasil penyidikan sementara terhadap tersangka berinisial BS, pembunuhan dilakukan seorang diri. Alasan pelaku karena dendam terhadap suami korban.

”Pelaku ditangkap di rumahnya pada Jumat (20/11) sekitar pukul 01.30 WIB. Yang bersangkutan saat ini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bandung,” kata Alpho Gohan.

Polisi juga sempat melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah korban Nikmatur Rohmah, 45, di Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung. Hasilnya, sebagaimana juga pengakuan tersangka, korban diduga meninggal akibat pukulan benda tumpul yang mengenai wajah dan kepala bagian belakang.

Petugas mengamankan barang bukti antara lain alat menyerupai kursi kecil, bor listrik, dan tang. Tiga benda itu yang diakui BS digunakan untuk memukul korban hingga tersungkur meregang nyawa.

”Pukulan tersebut menyebabkan korban meninggal di lokasi kejadian. Tapi keterangan pelaku ini masih kami dalami lagi,” ujar Alpho Gohan.

Pembunuhan diperkirakan terjadi selepas Isya atau sekitar pukul 19.30 WIB. Saat kejadian, suami korban sedang mengikuti acara yasinan. Pelaku BS yang masih tetangga korban menyelinap masuk rumah Nikmatur Rohmah saat korban pergi ke masjid untuk mengikuti jamaah salat Isya.

”Begitu korban pulang dari masjid, pelaku menghajar korban dengan kursi kecil, alat bor listrik, dan tang,” tutur Alpho Gohan.

Peristiwa keji itu baru diketahui suami korban sepulang dari acara yasinan. ”Suami pulang dan mendapati pintu dalam kondisi terkunci, lalu mengintip melalui jendela dan melihat korban sudah tergeletak di lantai,” terang Alpho Gohan.

Di hadapan polisi, BS mengakui dendam terhadap suami korban. Perselisihan dipicu masalah lahan di samping rumah korban yang akan dibangun akses jalan. Namun keluarga Nikmatur Rohmah tidak setuju dan memilih membuat bangunan baru di lahan tersebut, sehingga proses pembangunan jalan tidak terealisasi. Selain itu, pelaku mengaku juga tidak terima karena sering dipanggil maling saat sedang mengambil air di masjid. ”Sebenarnya pelaku itu dendam sama suami korban, namun dilampiaskan ke korban hingga meninggal dunia,” tutur Alpho Gohan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads